Page 409 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 409
SUBSIDI UPAH UNTUK 8,7 JUTA PESERTA JAMSOSTEK
Sebanyak 8,7 juta peserta jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bakal mendapat Bantuan Subsidi Upah (BSU). Demikian
disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, dalam Konferensi Pers BSU
tahun 2021, di Jakarta, Jumat (30/7).
Ida menjelaskan, peserta Jamsostek tersebut memenuhi persyaratan penerima BSU.
"Berdasarkan kriteria, estimasi hingga saat ini 8,7 juta pekerja atau buruh menjadi penerima
BSU," ujarnya. Nantinya, mereka mendapat bantuan sebesar 500 ribu rupiah untuk dua bulan.
Uang ditransfer satu kali atau 1 juta rupiah ke rekening pekerja.
Dia menjelaskan, syarat penerima BSU adalah WNI. Mereka harus menyertakan NIK dan
terdaftar sebagai peserta Jamsostek aktif sampai Juni 2021. Adapun peserta tersebut
mempunyai gaji atau upah paling banyak 3,5 juta rupiah.
Sedangkan untuk buruh dengan upah minimum lebih besar, dibulatkan ke atas hingga ratusan
ribu penuh. Misalnya, untuk pekerja di Karawang upah minimumnya 4.798.312 rupiah. Angka ini
dibulatkan menjadi 4,8 juta rupiah.
Penerima BSU adalah pekerja di wilayah PPKM level 3 dan 4 oleh pemerintah. Diutamakan
bekerja pada sektor industri barang konsumsi, transportasi, aneka industri, properti, real estate,
perdagangan,dan jasa. Dikecualikan pendidikan dan kesehatan.
"Ini sesuai dengan data sektoral BPJS Ketenagakerjaan. BPJS ketenagakerjaan dipilih sebagai
sumber data karena dinilai paling akurat, lengkap, akuntabel, dan valid. Maka, harapannya BSU
tepat sasaran" jelasnya.
Lebih jauh dia menerangkan, penyaluran BSU langsung ke rekening penerimaan bantuan.
Adapun bank penyalur yaitu Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Sedangkan khusus Provinsi
Aceh penyalurannya melalui Bank Syariah Indonesia (BSI). Pekerja yang belum memiliki rekening
akan dibukakan secara kolektif di Himbara atau BSI. "Ini dimaksudkan agar penyaluran dana
bantuan dapat lebih mudah, efektif, dan efisien," tandas Menaker.
Kesesuaian Data
Menaker memastikan data penerima BSU sesuai dengan ketentuan dan persyaratan. Sampai hari
ini Kemnaker telah menerima 1 juta data calon penerima BSU dari BPJS Ketenagakerjaan.
Pengecekan data oleh Kemnaker mencakup penyesuaian format untuk menghindari duplikasi.
Data dari BPJS Ketenagakerjaan juga akan diperiksa berdasarkan NIK. Sektor kerja dipadankan
dengan data penerima bantuan pemerintah lainnya.
"Kami memilih BPJS Ketenagakerjaan sebagai sumber data juga untuk mengapresiasi pekerja
dan perusahaan yang sudah menjadi peserta aktif," terangnya. Ida minta perusahaan yang
belum menyerahkan, segera menyampaikan data rekening pekerjanya ke BPJS ketenagakerjaan.
Demikian juga pekerja yang belum menyerahkan rekening ke perusahaan juga diminta segera
menyerahkan rekeningnya. "Ini akan memperlancar proses BSU. Dengan BSU, pemerintah
berharap dapat membantu meringankan beban ekonomi pekerja atau buruh di masa Covid-19"
tandasnya.
caption:
SUBSIDI UPAH I Menaker Ida Fauziyah (kiri) dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro
Eko Cahyo saat konferensi pers tentang BSU, di Jakarta, Jumat (30/7).
408

