Page 412 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 412
DATA BSU DIPADANKAN
Pemerintah memastikan penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) akan segera dipercepat
pencairannya dalam waktu dekat. Namun, sebelum pencairan dilakukan, akan ada penyesuaian
dan pemadanan data pekerja dari BPJS Ketenagakerjaan dengan data baru penerima BSU tahun
ini.
Pada, Jumat (30/7) kemarin, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah menerima data
calon penerima BSU 2021 bagi pekerja/buruh dari BPJS Ketenagakerjaan , sebagai tanda
dimulainya program BSU tahun 2021. Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyatakan, data
yang diterima sebanyak 1 juta calon penerima bantuan dari 8,73 juta pekerja/buruh yang
diproyeksikan akan menerima BSU. Untuk jumlah calon penerima tersebut, pemerintah
menyiapkan anggaran Rp 8,8 triliun.
"Nantinya, data 1 juta calon penerima BSU tersebut akan dicek dan di-screening oleh Kemenaker,
untuk memastikan kesesuaian format data, dan menghindari duplikasi data," ujar Ida dalam
konferensi pers Penyerahan Data BSU 2021 di Jakarta, .Jumat (30/7).
Ida juga menyatakan, data calon penerima itu sudah diverifikasi dan validasi oleh BPJS
Ketenagakerjaan sesuai kriteria dan persyaratan, yang ditentukan oleh Permen Nomor 16 Tahun
2021. Adapun, pekerja/buruh yang akan mendapat bantuan harus memenuhi seluruh
persyaratan, yaitu WNI yang dibuktikan dengan NIK dan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan
Pekerja yang berhak juga harus bergaji paling banyak Rp 3,5 juta atau lebih kecil dari upah
minium di wilayahnya. "Persyaratan lainnya, yaitu pekerja yang bekerja di wilayah PPKM Level 3
dan Level 4 yang ditetapkan pemerintah," kata dia.
Data penerima bantuan tahun ini diambil dari data BPJS Ketenagakerjaan, yang telah masuk
sampai pada 30 Juni 2021. Artinya, hanya peserta yang telah terdaftar pada batas waktu tersebut
dan memenuhi persyaratan, yang bisa mendapatkan bantuan. Setelah data dikirimkan kepada
Kemenaker, pihaknya akan menetapkan penerima bantuan yang akan dilakukan pencairan.
BSU tahun 2021 sedikit berbeda dengan tahun lalu. Besaran bantuan subsidi gaji/upah tahun ini
adalah sebesar Rp 500 ribu/bulan selama dua bulan, yang akan diberikan sekaligus sebesar Rp
1 juta.
Ida meminta seluruh perusahaan yang behim menyerahkan data rekening pekerjanya, segera
memasoknya ke BPJS Ketenagakerjaan. Begitu pula, para pekerja yang memenuhi syarat, tapi
behim menyerahkan data nomor rekening banknya ke perusahaan, agar segera menyerahkan
ke perusahaan guna memperlancar proses pemberian bantuan.
"Dengan demikian, kita semua dapat terlindungi, terutama pada masa-masa sulit seperti saat
ini," kata dia.
Ia bertiarap, bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi para pekerja/buruh dan
perusahaan, yang sedang mengalami kesulitan pada masa pandemi Covid-19 ini.
"Gunakanlah sebaik-baiknya dana bantuan yang telah diberikan. Patuhi protokol kesehatan, dan
terus optimistis kita pasti bisa melewati masa sulit ini apabila bersama-sama," kata Ida.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo mengatakan, pihaknya akan
berusaha semaksimal mungkin menyediakan data yang sesuai dibutuhkan Kemenaker. "Sebagai
mitra yang menyediakan data sesuai dengan regulasi, tentu saja kami akan berusaha semaksimal
mungkin agar kriteria-kriteria yang ditetapkan akan terpenuhi," ujar Anggoro.
411

