Page 417 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 417

Ringkasan

              Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemenaker)  telah  menerima  data  rekening  satu  juta  peserta
              BPJS Ketenagakerjaan calon penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang terdampak penanganan
              pandemi  Covid-19.  Perusahaan  yang  belum  menyerahkan  data  rekening  pekerjanya  diminta
              untuk segera menyerahkan kepada BPJS Ketenagakerjaan guna mendukung kelancaran proses
              penyaluran BSU. "Begitu pula kepada para pekerja atau buruh yang memenuhi syarat tetapi
              belum menyerahkan data nomor rekening bank ke perusahaan, diharapkan segera menyerahkan
              kepada perusahaan dan ini akan memperlancar pemberian BSU," ujar Menteri Ketenagakerjaan
              (Menaker)  Ida  Fauziyah  dalam  Konferensi  Pers  tentang  Serah  Terima  Data  Tahap  I  Calon
              Penerima Bantuan Subsidi Upah pada Jumat (30/7).



              PERUSAHAAN DIMINTA SEGERA SERAHKAN REKENING PEKERJANYA

              Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemenaker)  telah  menerima  data  rekening  satu  juta  peserta
              BPJS Ketenagakerjaan calon penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang terdampak penanganan
              pandemi  Covid-19.  Perusahaan  yang  belum  menyerahkan  data  rekening  pekerjanya  diminta
              untuk segera menyerahkan kepada BPJS Ketenagakerjaan guna mendukung kelancaran proses
              penyaluran BSU.
              "Begitu pula kepada para pekerja atau buruh yang memenuhi syarat tetapi belum menyerahkan
              data nomor rekening bank ke perusahaan, diharapkan segera menyerahkan kepada perusahaan
              dan  ini  akan  memperlancar  pemberian  BSU,"  ujar  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida
              Fauziyah dalam Konferensi Pers tentang Serah Terima Data Tahap I Calon Penerima Bantuan
              Subsidi Upah pada Jumat (30/7).

              Menaker memperkirakan, bakal ada sekitar 8,7 juta pekerja yang berhak menerima BSU dengan
              total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 8,8 triliun. Namun, data tersebut bersifat dinamis
              dan  akan  disesuaikan  dengan  Peraturan  Menteri  Ketenagakerjaan  Nomor  16  Tahun  2021.
              "Sedangkan data satu juta calon penerima BSU selanjutnya akan diperiksa oleh Kemenaker untuk
              memastikan kesesuaian format data dan menghindari duplikasi data," ucap Ida.

              Menurut  dia,  ada  sejumlah  variabel  yang  akan  diperiksa  sebagai  syarat  kelengkapan  data
              penerima BSU. Pertama, syarat kewarganegaraan yaitu warga negara Indonesia (WNI) yang
              akan diperiksa melalui nomor induk kependudukan (NIK). Kedua, Kemenaker akan melakukan
              pemadanan data antara data penerima BSU dan penerima bantuan pemerintah lainnya seperti
              Kartu Prakerja, Program Keluarga Harapan (PKH), dan program Banpres Produktif Usaha Mikro
              (BPUM).

              Ida menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan dipilih sebagai sumber data mengingat sampai saat ini
              data yang dimiliki dinilai paling akurat dan lengkap. "Sehingga akuntabel dan valid dipergunakan
              oleh pemerintah sebagai dasar pemberian secara cepat dan tepat sasaran. Di samping itu, ini
              juga  untuk  memberikan  apresiasi  kepada  pekerja  perusahaan  yang  menjadi  peserta  BPJS
              Ketenagakerjaan," kata Ida.

              Menaker mengatakan, besaran BSU yang akan disalurkan adalah Rp 500 ribu per bulan per orang
              dan diberikan selama dua bulan, namun dicairkan dalam satu termin penyaluran. Keberadaan
              program BSU ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi para pekerja atau
              buruh dan juga perusahaan yang sedang tertekan di masa pandemi Covid 19.

              "Saya berharap bisa digunakan sebaik-baiknya dan saya mengingatkan untuk terus mematuhi
              protokol kesehatan dan saya juga terus mengajak untuk tetap optimistis. Kita pasti bisa melewati
              masa sulit ini," ucap Ida.

                                                           416
   412   413   414   415   416   417   418   419   420   421   422