Page 95 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MEI 2021
P. 95

mengikutsertakan  pekerjanya  dalam  Program  Jaminan  Sosial  Ketenagakerjaan  atau  BPJS
              Ketenagakerjaan.
              "Karena ini adalah salah satu jenis pekerjaan yang berisiko cukup tinggi. Risiko cukup tinggi,
              saya kira negara perlu hadir memastikan perlindungan kepada bapak/ibu semua," katanya, saat
              menghadiri Sosialisasi Jaminan Sosial Bagi Tenaga Kerja Bongkar Muat di Pelabuhan Tanjung
              Priok, Jakarta Utara, Senin (10/5/2021).

              Berdasarkan  Data  BPJS  Ketenagakerjaan  Mei  2021,  jumlah  TKBM  Pelabuhan  Tanjung  priok
              sebanyak 2.325 orang, dan seluruhnya telah menjadi peserta Program Jaminan Kecelakaan Kerja
              (JKK) dan Program Jaminan Kematian (JKM). Selain itu, sebagian pekerja juga mendaftar sebagai
              peserta program Jaminan Hari Tua (JHT).

              "Saya kira, apa yang sudah diterapkan di Pelabuhan Tanjung Priok ini bisa menjadi contoh bagi
              Pelabuhan lainnya," kata Ida.

              Ia menjelaskan, untuk memberikan pelindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang optimal,
              pemerintah  Indonesia  telah  memberlakukan  Undang-Undang  Nomor  40  tahun  2004  tentang
              Sistem  Jaminan  Sosial  Nasional,  Undang-Undang  Nomor  24  Tahun  2011  tentang  Badan
              Penyelenggara Jaminan Sosial, dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
              berikut aturan turunannya.
              Ida  menyebut,  pemerintah  menghadirkan  UU  Cipta  Kerja  tidak  hanya  untuk  meningkatkan
              investasi  guna  menciptakan  lapangan  kerja,  namun  juga  untuk  memperkuat  sistem  jaminan
              sosial ketenagakerjaan yang sudah ada.

              "Pemerintah berharap, ada investasi baru yang menyerap tenaga kerja, tapi pemerintah juga
              melakukan perlindungan kepada mereka yang sudah bekerja," tambahnya.

              Penguatan  pelindungan  sosial  tersebut  diwujudkan,  salah  satunya  dengan  diluncurkannya
              program jaminan sosial baru, yakni Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

              JKP diperuntukan bagi pekerja peserta program BPJS Ketenagakerjaan yang ter-PHK. Nantinya,
              mereka akan mendapatkan manfaat berupa cash benefit, pelatihan kerja, hingga informasi pasar
              kerja.

              "Ini  bukti  bahwa  pemerintah  sangat  peduli  memberikan  pelindungan  kepada  pekerjanya,"
              ujarnya.
              Senada  dengan  Menaker,  Direktur  Utama  BPJS  ketenagakerjaan,  Anggoro  Eko  Cahyo,
              mengatakan, TKBM bekerja pada jenis pekerjaan dengan risiko cukup tinggi. Oleh karenanya,
              TKBM mau mengikuti Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

              Anggoro  menjelaskan,  berbagai  program  yang  disediakan  oleh  BPJS  Ketenagakerjaan,  tidak
              hanya  untuk  membantu  pekerja/buruh  manakala  mengalami  kecelakaan  kerja,  namun  juga
              memberi pelindungan kepada keluarganya.

              “Benefit  ini  manakala  terjadi  kecelakaan  kerja  pada  bapak  atau  ibu,  manfaatnya  juga  akan
              dirasakan oleh keluarga,” ujarnya.

              Turut hadir dalam kesempatan ini Dirjen PHI dan Jamsos, Indah Anggoro Putri; Kepala Kantor
              Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, M. Tohir; dan Ketua DPP FSPTI, Surya Bakti Batubara.






                                                           94
   90   91   92   93   94   95   96   97   98   99   100