Page 483 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 483
Judul Menaker: UU Ciptaker Lindungi Pekerja
Nama Media investor.id
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://investor.id/business/menaker-uu-ciptaker-lindungi-pekerja
Jurnalis redaksi
Tanggal 2020-10-07 12:05:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 10.000.000
News Value Rp 30.000.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Ida Fauziyah (Menaker) Sebab, spirit dari regulasi ini adalah untuk memperluas
penyediaan lapangan kerja. Bukan malah memperbesar kemungkinan terjadinya pemutusan
hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan
positive - Ida Fauziyah (Menaker) Selain itu, kami segera menyusun peraturan pelaksanaan UU
Cipta Kerja dalam bentuk Peraturan Pemerintah dan peraturan lain dibawahnya untuk
meyakinkan kepada pekerja/buruh bahwa amanat perlindungan terhadap hak-hak pekerja/buruh
sebagaimana diatur dalam UU Cipta Kerja dapat segera dijalankan
Ringkasan
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menegaskan, Undang Undang (UU) Cipta Kerja
yang disahkan pada Senin (5/10) akan memberikan perlindungan tenaga kerja.
"Sebab, spirit dari regulasi ini adalah untuk memperluas penyediaan lapangan kerja. Bukan
malah memperbesar kemungkinan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh
perusahaan," kata Menaker di Jakarta, Selasa (6/10).
MENAKER: UU CIPTAKER LINDUNGI PEKERJA
JAKARTA, Investor.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menegaskan, Undang
Undang (UU) Cipta Kerja yang disahkan pada Senin (5/10) akan memberikan perlindungan
tenaga kerja.
"Sebab, spirit dari regulasi ini adalah untuk memperluas penyediaan lapangan kerja. Bukan
malah memperbesar kemungkinan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh
perusahaan," kata Menaker di Jakarta, Selasa (6/10).
Ida Fauziyah menjelaskan, rumusan klaster ketenagakerjaan yang ada dalam RUU Cipta Kerja
merupakan inti sari dari hasil kajian pakar/ahli, Rembug Tripartit (pemerintah, pekerja/buruh,
dan pengusaha) yang sejak lama dilakukan atas beberapa materi ketenagakerjaan yang krusial.
482

