Page 537 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 537

"Kami sudah berunding dengan Apindo. Ancaman itu tak berdasar. Kami dianggap mogok tidak
              sah. Kami berunding kok mau enggak perusahaan menolak  omnibus law  ? Jawabnya tidak. Itu
              deadlock  . Ini tidak sesuai regulasi undang-undang nomor 13 tentang aturan mogok kerja.
              Gagalnya sebuah perundingan," ucapnya.

              Kendati demikian, pihaknya menyiapkan upaya advokasi apabila buruh mogok kerja dikenakan
              sanksi.

              "Hak mogok itu sudah diatur dalam UU. Kita punya perlindungan hukum terkait aturan itu," sebut
              Aulia.

              Sebelumnya,  kalangan  pengusaha  mewanti-wanti  agar  para  buruh  di  Jawa  Tengah  tidak
              mengikuti aksi mogok kerja nasional yang memprotes disahkannya UU Cipta Kerja. Pasalnya,
              bila buruh masih nekat gelar aksi, pengusaha tak segan bakal menjatuhkan sanksi sebagaimana
              diatur dalam undang undang.

              Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jateng, Frans Kongie menyayangkan sikap buruh
              yang berencana menggelar aksi. Dia berpendapat, UU Cipta Kerja yang digarap oleh DPR dan
              pemerintah bertujuan untuk menyejahterakan buruh dan masyarakat.

              "Menurut saya buruh itu belum mengerti maksud dari dimunculkannya  omnibus law  . Tidak
              mungkinlah pemerintah mau menyengsarakan buruh, Apindo sendiri tidak mungkin eksis jika
              tidak ada buruh.

              Buruh  itu mitra kami," ujar Frans dalam keterangan yang diterima, Selasa (6/10/2020).

              Frans  menjelaskan  anggota  DPR  sudah  mempertimbangkan  secara  matang  sebelum
              menetapkan UU Cipta Kerja.

              "Mereka yang jadi anggota DPR itu kan bukan orang bodoh. Mereka itu pintar pintar mewakili
              rakyat. Jadi kami itu heran kenapa pada mau mogok nasional menolak UU Cipta Kerja," katanya.

              Menurutnya, UU tersebut sudah lama dinanti dan diperjuangkan oleh para pengusaha. Hal itu
              bertujuan untuk kemudahan berinvestasi, perizinan, dan perdagangan.

              "Selama ini aturannya terlalu banyak . Mulai dari pusat, daerah. Saling tumpang tindih. Harus
              memberikan laporan ini itu. Ini sangat tidak efisien untuk dunia usaha," jelasnya.
              Frans menyatakan, sejak pekan lalu pihaknya sudah memberikan surat ke Apindo di masing
              masing kabupaten kota dan semua perusahaan.

              Surat itu berisi agar Apindo dan perusahaan memberikan pemahaman kepada buruh agar tak
              menggelar aksi.

              "Di undang undang itu tidak ada mogok nasional. Kalau buruh gelar aksi, itu melanggar undang
              undang. Itu ada sanksinya," ujarnya.

              Frans merinci sanksi itu bisa beragam, tergantung masing-masing perusahaan mulai dari sanksi
              ringan hingga paling berat.

              "Bisa  berupa  sanksi  ringan  yaitu  Surat  peringatan  satu  sampai  tiga.  Bisa  juga  Pemutusan
              Hubungan Kerja. Itu paling terberat," tegasnya.

              Meski telah menetapkan sanksi berat, dia berharap aksi tersebut tidak terjadi.

              Karena  dia  menyadari,  masa  pandemi  ini  merupakan  masa  sulit  baik  bagi  buruh  maupun
              pengusaha.

                                                           536
   532   533   534   535   536   537   538   539   540   541   542