Page 536 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 536

negative  -  Frans  Kongie  (Ketua  Asosiasi  Pengusaha  Indonesia  (APINDO)  Jateng)  Di  undang
              undang itu tidak ada mogok nasional. Kalau buruh gelar aksi, itu melanggar undang undang. Itu
              ada sanksinya

              negative - Frans Kongie (Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia) Bisa berupa sanksi ringan yaitu
              Surat peringatan satu sampai tiga. Bisa juga Pemutusan Hubungan Kerja. Itu paling terberat



              Ringkasan
              Serikat    buruh    di  Jawa  Tengah  bersiteguh  akan  melakukan  aksi    mogok    sebagai  bentuk
              penolakan atas disahkannya  omnibus law  Undang-undang (UU) Cipta Kerja.

              Rencananya  aksi  tersebut  akan  diikuti  ribuan  buruh  yang  terpusat  di  kawasan  Tugurejo,
              Semarang.

              Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Tengah, Aulia Hakim mengatakan aksi
              mogok produksi ini akan dilakukan selama dua hari pada 7 dan 8 Oktober 2020.



              MESKI DIANCAM PHK, BURUH DI JATENG TETAP MOGOK

              Serikat    buruh    di  Jawa  Tengah  bersiteguh  akan  melakukan  aksi    mogok    sebagai  bentuk
              penolakan atas disahkannya  omnibus law  Undang-undang (UU) Cipta Kerja. Rencananya aksi
              tersebut akan diikuti ribuan buruh yang terpusat di kawasan Tugurejo, Semarang.

              Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Tengah, Aulia Hakim mengatakan aksi
              mogok produksi ini akan dilakukan selama dua hari pada 7 dan 8 Oktober 2020.

              "Kita akan mulai orasi start jam 7 pagi di dalam perusahaan. Karena kalau turun ke jalan menurut
              kita  tidak  efektif  untuk  menyuarakan  (tuntutan).  Itu  masa-masa  kemarin.  Semoga  bisa
              menghentikan  (ekonomi)  kalau  kekuatan  satu  atau  dua  jam  saja  sudah  bagus.  Mengingat
              pengamanan yang ketat," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (6/10/2020).

              Dia mengaku selama merencanakan aksi mogok tersebut para buruh mendapatkan ancaman
              dari berbagai pihak agar massa aksi dihentikan.

              "Penekanan  pengusaha  masih  kuat.  Kalau  kami  menggelar  aksi  akan  dirapid  dan  menjalani
              karantina. Juga tidak akan dibayar upahnya. Ini yang membuat buruh tertekan," ungkapnya.

              Aulia  menyebut  terdapat  tujuh  poin  paling  fundamental  dalam   UU  Cipta  Kerja   yang  dinilai
              mendegradasi kesejahteraan kaum buruh. Di antaranya UMK bersyarat dan dihapuskannya Upah
              Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK).

              Selain itu, persoalan pengurangan nilai pesangon dari 32 bulan upah menjadi 25 bulan. Di mana
              19 bulan dibayar pengusaha dan 6 bulan dibayar BPJS Ketenagakerjaan. Kemudian, persoalan
              PKWT  atau  kontrak  seumur  hidup  tidak  ada  batas  waktu  kontrak.  Selanjutnya,  outsourcing
              pekerja seumur hidup tanpa batas jenis pekerjaan. Lalu ada juga persoalan hak cuti hilang dan
              hak upah atas cuti hilang.

              "Cuti haid dan melahirkan bagi buruh perempuan hilang, karena hak upahnya atas cuti tersebut
              hilang. Cuti panjang dan hak cuti panjang juga hilang," jelasnya.

              Pihaknya telah melakukan upaya perundingan terkait UU Cipta Kerja dengan Asosiasi Pengusaha
              Indonesia (Apindo)  Jateng  tapi justru berdampak pada ancaman PHK.

                                                           535
   531   532   533   534   535   536   537   538   539   540   541