Page 533 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 533

negative - Febrio Nathan Kacaribu (Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan) Ini
              problem pertama dari Omnibus Law Cipta Kerja ini. Bahwa memang karut marut perizinan yang
              harus diluruskan, benerin

              negative  -  Febrio  Nathan  Kacaribu  (Kepala  Badan  Kebijakan  Fiskal  Kementerian  Keuangan)
              Orang mau bayar pajak kok masih merasa sulit. Itu kan aneh persepsinya. Kita pengennya orang-
              orang bayar pajak sesimpel mungkin, sepreditable mungkin. Inilah kemudian dibuat semakin
              banyak kepastian dalam konteks ini, yang juga di Omnibus Law ini



              Ringkasan

              Ketua  Umum  Kamar  Dagang  dan  Industri  (Kadin)  DKI  Jakarta  Diana  Dewi  mengatakan
              disahkannya  RUU    Cipta  Kerja    memberikan  dampak  positif  bagi  perusahaan,  yakni  bisa
              mendapatkan investor dan dapat mempekerjakan tenaga profesional dengan lebih mudah.

              Sementara  sisi  negatifnya  ditanggung  para  pekerja,  karena  tidak  memiliki  jaminan  jika
              kehilangan  pekerjaan.  Terlepas  dari  hal-hal  tersebut  pihaknya  berharap  pada  tingkat
              implementasinya nanti, pengusaha wajib mensejahterakan karyawannya.



              UU CIPTA KERJA DISAHKAN, PENGUSAHA TETAP JAMIN HAK-HAK PEKERJA

              Ketua  Umum  Kamar  Dagang  dan  Industri  (Kadin)  DKI  Jakarta  Diana  Dewi  mengatakan
              disahkannya  RUU    Cipta  Kerja    memberikan  dampak  positif  bagi  perusahaan,  yakni  bisa
              mendapatkan investor dan dapat mempekerjakan tenaga profesional dengan lebih mudah.

              Sementara  sisi  negatifnya  ditanggung  para  pekerja,  karena  tidak  memiliki  jaminan  jika
              kehilangan  pekerjaan.  Terlepas  dari  hal-hal  tersebut  pihaknya  berharap  pada  tingkat
              implementasinya nanti, pengusaha wajib mensejahterakan karyawannya.
              "Di sisi lain pekerja menganggap dan menilai dapat melemahkan kedudukan buruh di hadapan
              pengusaha, mulai dari ketentuan pesangon hingga perjanjian kerja yang sangat lentur. Padahal
              banyak regulasi yang saat implementasi diperlukan kesepakatan antara pemberi kerja dengan
              pekerja," kata Diana, kepada  Liputan6.com  , Rabu (7/10/2020).
              Ia  berpendapat,  pemberlakuan  RUU    Cipta  Kerja    dapat  berpotensi  menimbulkan  gangguan
              terhadap tatanan rantai ekologis, ekonomi, dan sosial, yang saat ini ada di masyarakat yang
              pada akhirnya akan menimbulkan kontra produktif.

              "Sebagaimana kita ketahui bersama Praktik penggunaan omnibus law telah banyak dilakukan
              oleh banyak negara dalam mengatasi tumpang tindihnya regulasi, sekaligus juga kemudahan
              berusaha, terutama yang menggunakan tradisi common law system," jelasnya.

              Sedangkan  Indonesia  mewarisi  tradisi  civil  law  system,  sehingga  pembahasan  dan
              penyusunannya  harus  dapat  melibatkan  seluruh  komponen.  Demikian  Pemerintah
              menyampaikan adanya UU Cipta Kerja akan mendorong reformasi regulasi dan debirokratisasi.

              Sehingga  pelayanan  Pemerintahan  akan  lebih  efisien,  mudah,  dan  pasti,  dengan  adanya
              penerapan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) dan penggunaan sistem elektronik
              akan menarik investor.

              "Pada  intinya  kami  sebagai  pengusaha  selalu  berkomitmen  untuk  selalu  mensejahterakan
              karyawan kami, karena kami melihat karyawan juga merupakan aset bagi kami yang perlu untuk
              diperhatikan.  Kami  sepakat  dengan  adanya  penyederhanaan  izin  berusaha  yang  dilakukan
                                                           532
   528   529   530   531   532   533   534   535   536   537   538