Page 529 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 529

advokasi apabila buruh mogok kerja dikenakan sanksi. "Hak mogok itu sudah diatur dalam UU.
              Kita punya perlindungan hukum terkait aturan itu," sebut Aulia.
              Sebelumnya,  kalangan  pengusaha  mewanti-wanti  agar  para  buruh  di  Jawa  Tengah  tidak
              mengikuti aksi mogok kerja nasional yang memprotes disahkannya UU Cipta Kerja. Pasalnya,
              bila buruh masih nekat gelar aksi, pengusaha tak segan bakal menjatuhkan sanksi sebagaimana
              diatur dalam undang undang.

              Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jateng, Frans Kongie menyayangkan sikap buruh
              yang berencana menggelar aksi. Dia berpendapat, UU Cipta Kerja yang digarap oleh DPR dan
              pemerintah bertujuan untuk menyejahterakan buruh dan masyarakat."Menurut saya buruh itu
              belum mengerti maksud dari dimunculkannya omnibus law. Tidak mungkinlah pemerintah mau
              menyengsarakan buruh, Apindo sendiri tidak mungkin eksis jika tidak ada buruh. Buruh itu mitra
              kami," ujar Frans dalam keterangan yang diterima, Selasa (6/10/2020).

              Frans  menjelaskan  anggota  DPR  sudah  mempertimbangkan  secara  matang  sebelum
              menetapkan UU Cipta Kerja. "Mereka yang jadi anggota DPR itu kan bukan orang bodoh. Mereka
              itu pintar pintar mewakili rakyat. Jadi kami itu heran kenapa pada mau mogok nasional menolak
              UU Cipta Kerja," katanya.

              Menurutnya, UU tersebut sudah lama dinanti dan diperjuangkan oleh para pengusaha. Hal itu
              bertujuan untuk kemudahan berinvestasi, perijinan, dan perdagangan. "Selama ini aturannya
              terlalu banyak . Mulai dari pusat, daerah. Saling tumpang tindih. Harus memberikan laporan ini
              itu. Ini sangat tidak efisien untuk dunia usaha," jelasnya.

              Frans menyatakan, sejak pekan lalu pihaknya sudah memberikan surat ke Apindo di masing
              masing kabupaten kota dan semua perusahaan. Surat itu berisi agar Apindo dan perusahaan
              memberikan pemahaman kepada buruh agar tak menggelar aksi."Di undang undang itu tidak
              ada mogok nasional. Kalau buruh gelar aksi, itu melanggar undang undang. Itu ada sanksinya,"
              ujarnya.

              Frans merinci sanksi itu bisa beragam, tergantung masing-masing perusahaan mulai dari sanksi
              ringan hingga paling berat. "Bisa berupa sanksi ringan yaitu Surat peringatan satu sampai tiga.
              Bisa juga Pemutusan Hubungan Kerja. Itu paling terberat," tegasnya.

              Meski  telah  menetapkan  sanksi  berat,  dia  berharap  aksi  tersebut  tidak  terjadi.  Karena  dia
              menyadari, masa pandemi ini merupakan masa sulit baik bagi buruh maupun pengusaha.

              Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "  Meski Diancam PHK, Buruh di Jateng
              Tetap Mogok  Buruh Siap Gelar Aksi Jangka Panjang Hingga Mengajukan Uji Materi UU Cipta
              Kerja.






















                                                           528
   524   525   526   527   528   529   530   531   532   533   534