Page 531 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 531

Said  mengemukakan,  aksi  buruh  dilakukan  tertib,  damai,  dan  tanpa  anarki  untuk  meminta
              pemerintah dan DPR RI membatalkan Omnibus Law karena ada persoalan mendasar dalam UU
              Cipta Kerja yang merugikan buruh.

              Persoalan mendasar yang merugikan buruh dalam undang-undang yang disahkan pada Senin
              (5/10) tersebut, menurut dia, meliputi pengurangan pesangon, penerapan sistem kontrak dan
              alih daya, penetapan upah minimum, hingga potensi hilangnya jaminan kesehatan dan pensiun
              bagi pekerja akibat penerapan sistem kontrak dan alih daya.

              Guna  memprotes  pengesahan  undang-undang  itu,  menurut  Said,  aksi  mogok  nasional  sejak
              Selasa  (6/10)  dilakukan  di  sejumlah  daerah  termasuk  Serang,  Cilegon,  Tangerang,  Jakarta,
              Depok,  Bogor,  Bekasi,  Karawang,  Purwakarta,  Cianjur,  Bandung,  Semarang,  Surabaya,
              Pasuruan, Gresik, Mojokerto, Lampung, Medan, Deli Serdang, Batam, Banda Aceh, Banjarmasin,
              dan Gorontalo.

              Said mengingatkan para pekerja agar tetap mengutamakan kesehatan dan menghindari risiko
              penularan COVID-19 dengan memakai masker dan menjaga jarak selama aksi.(Antara).


























































                                                           530
   526   527   528   529   530   531   532   533   534   535   536