Page 561 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 561
Judul Aturan Cuti Haid dan Hamil Hilang dari UU Cipta Kerja
Nama Media cnnindonesia.com
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20201007095107-92-
555314/aturan-cuti-haid-dan-hamil-hilang-dari-uu-cipta-kerja
Jurnalis redaksi
Tanggal 2020-10-07 10:16:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian) Di UU ini (Omnibus
Law Ciptaker) tidak menghilangkan hak cuti haid dan cuti hamil yang telah diatur dalam Undang-
undang Ketenagakerjaan
Ringkasan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjamin pemberian cuti hamil
dan cuti haid tetap ada bagi pekerja usai pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta
Kerja ( UU Cipta Kerja ). Ketentuan ini diklaim tidak berubah dari Undang-Undang Nomor 13
Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
ATURAN CUTI HAID DAN HAMIL HILANG DARI UU CIPTA KERJA
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjamin pemberian cuti hamil
dan cuti haid tetap ada bagi pekerja usai pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta
Kerja ( UU Cipta Kerja ). Ketentuan ini diklaim tidak berubah dari Undang-Undang Nomor 13
Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
"Di UU ini (Omnibus Law Ciptaker) tidak menghilangkan hak cuti haid dan cuti hamil yang telah
diatur dalam Undang-undang Ketenagakerjaan," ujar Airlangga, dikutip Rabu (7/10).
Faktanya, berdasarkan draf final Omnibus Law Cipta Kerja yang didapat CNNIndonesia , tidak
ditemukan pasal yang secara spesifik menyatakan pemberian cuti hamil dan cuti haid kepada
pekerja. Padahal di UU Ketenagakerjaan, ketentuan ini secara khusus tertuang dalam empat
pasal.
Salah satunya pada Pasal 81. Pada pasal itu dijelaskan pekerja/buruh perempuan yang
merasakan sakit saat haid dan memberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada
hari pertama dan kedua pada waktu siklus itu.
560

