Page 471 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 471

Ringkasan

              Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu  Arief Poyuono  menyebut  UU Cipta Kerja
              bukanlah bentuk pengkhianatan Pemerintah dan  DPR RI  kepada masyarakat.



              SEBUT UU CIPTA KERJA BERTUJUAN BAIK, ARIEF POYUONO: KEWAJIBAN
              PEMERINTAH PASTIKAN RAKYAT SEJAHTERA

              Laporan wartawan Tribunnews.com, Lusius Genik  , JAKARTA -  Ketua Umum Federasi Serikat
              Pekerja  BUMN  Bersatu    Arief  Poyuono    menyebut    UU  Cipta  Kerja    bukanlah  bentuk
              pengkhianatan Pemerintah dan  DPR RI  kepada masyarakat.

              Diketahui, disahkannya RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang yang terkesan 'dikebut' menuai
              gelombang penolakan hingga memicu aksi mogok nasional dari kaum buruh.

              Karena  pengesahan  dilakukan  di  tengah  derasnya  gelombang  penolakan,  banyak  yang
              beranggapan Pemerintah dan  DPR RI  telah mengkhianati kehendak rakyat dengan meresmikan
              UU Cipta kerja.

              Arief Poyuono memiliki pandangan berbeda dari kebanyakan orang terkait UU Cipta Kerja.

              Menurut dia, undang-undang tersebut bukanlah bentuk penghianatan Pemerintah dan DPR RI
              pada masyarakat.

              "UU Cipta Kerja merupakan produk undang-undang yang lahir melalui proses konstitusional dan
              tujuannya baik bagi masyarakat dan negara, bukan bentuk pengkhianatan negara pada rakyat.
              Pemerintah dan  DPR RI  berkewajiban untuk memastikan kehidupan masyarakat agar bisa jauh
              lebih sejahtera," ucap dia kepada Tribunnews.com, Selasa (6/10/2020) malam.

              "Ada perintah dari UUD 1945 agar negara bisa menyediakan lapangan kerja dan memberikan
              penghidupan yang layak bagi rakyat," sambung dia.

              Tagar  #MosiTidakPercaya  adalah  wajar    Sementara  itu  di  media  sosial  kini  tagar
              #MosiTidakPercaya menjadi topik terpopuler di jagat Twitter Indonesia.
              Tagar tersebut merupakan perwujudan bahwa masyarakat sudah tidak lagi mempercayai  DPR
              RI  dan Pemerintah usai mengesahkan RUU Cipta Kerja yang penuh kontroversi.

              "Terkait  tagar  mosi  tidak  percaya  pada  pemerintah  dan  DPR  itu  wajar  saja.  Itu  bagian  dari
              demokrasi, tentu saja ada ketidakpuasan dari kelompok-kelompok masyarakat, yang terkadang
              juga tidak murni pandangan itu dari mayoritas masyarakat," ujarnya.

              Selaras dengan itu,  Arief Poyuono  menuturkan, berdasarkan data organisasi WALHI, tingkat
              kepercayaan rakyat terhadap  DPR RI  dan Pemerintah semakin menurun menyusul pengesahan
              RUU Cipta Kerja.

              Pengesahan RUU yang dilakukan DPR kemarin dianggap menjadi puncak pengkhianatan negara
              terhadap kehendak rakyat.

              Namun, Mantan Waketum Partai Gerindra itu menjelaskan, UU apapun yang disahkan oleh DPR
              RI mempunyai tujuan yang baik bagi negara dan masyarakat.
              "Dan yang pasti proses legalisasi RUU Omnibus law sudah melalui jalan konstitusi dan sudah
              diberikan waktu yang cukup panjang bagi kelompok untuk bisa memberikan masukan terhadap
              RUU Omnibus law," ucap dia.

                                                           470
   466   467   468   469   470   471   472   473   474   475   476