Page 577 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 577
Aksi demonstrasi yang dilakukan kelompok mahasiswa dan asosiasi di kawasan Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat berlangsung panas. Bahkan, pengamanan
diperketat karena sebagian massa melakukan aksi dorong-dorong hingga pelemparan.
Koordinator aksi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kota Bandung, Sansan Taufik
menjelaskan, aksi turun ke jalan diperlukan sebagai bentuk penekanan kepada DPR karena
keberatan dengan pengesahan RUU tersebut.
"UU ini hanya untuk kepentingan ekonomi, disahkan dengan cara kurang baik. Menitikberatkan
pada kemudahan investasi tanpa memperhatikan hak pekerja," ujar Sansan, Selasa 6 Oktober
2020.
Demo di Makassar Aksi demontransi menolak UU Cipta Kerja juga dilakukan oleh gabungan
mahasiswa di Makassar. Aksi demonstrasi masih berlangsung sampai Selasa malam hari ini.
Massa saat ini berpusat di depan Kampus I UIN Alauddin, Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar.
Masih dengan kondisi memalang jalanan dengan menggunakan dua unit truk, para mahasiswa
berorasi sambil membakar ban bekas.
Saat memasuki waktu salat Magrib, mereka sempat berhenti. Namun, selang beberapa menit
kemudian, orasi kembali dilanjutkan. Mereka juga mengeluarkan yel,yel, yel dengan mengatai
DPR RI yang turut mengesahkan UU Omnibus Law dengan sebutan goblok.
"DPR goblok, DPR goblok. DPR goblok, DPR goblok," teriaknya mereka serentak sambil
membentangkan spanduk penolakan.
Akil, salah seorang mahasiswa UIN Alauddin Makassar, yang turut berdemo, menyatakan
bersama dengan rekan-rekannya akan terus melanjutkan aksi hingga dilakukan pencabutan
terhadap UU Omnibus Law Cipta Kerja itu.
Aksi di Solo Ratusan mahasiswa Universitas Sebelas Maret menggelar aksi demo menolak UU
Cipta Ratusan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang tergabung dalam gerakan
Sebelas Maret Bergerak menggelar aksi demo penolakan pengesahan Omnibus Law Undang-
undang (UU) Cipta Kerja. Demo tersebut digelar di kawasan Boulevard UNS Solo, Selasa sore, 6
Oktober 2020.
Massa mahasiswa UNS dengan mengenakan jas almameter kebesaran tampak memadati
Boulevard UNS. Mereka mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan yang tergerak mengikuti
aksi gerakan Sebelas Maret Para peserta aksi demo tampak membawa berbagai poster yang
bertuliskan kecaman kepada DPR yang mengesahkan Omnibus Law. Poster-poster itu di
antaranya bertuliskan "Omnibus Law bikin mampus", "Omnibus Law musuh segala makhluk
hidup dan lainnya." Selain itu, sejumlah perwakilan mahasiswa juga menggelar orasi secara
bergantian. Orasi tersebut menyuarakan penolakan dan kecaman pengesahan Omnibus Law
yang dilakukan para anggota dewan.
Humas Aksi Demo Sebelas Maret Bergerak, Dafa Maulana mengatakan, aksi ini sebagai bentuk
penolakan atas sikap pemerintah dan DPR yang telah mengesahkan RUU Omnibus Law menjadi
undang-undang. Ia pun melihat DPR dalam pengesahan undang-undang itu terlihat terburu-
buru.
"Ini diputuskan ketika malam Minggu dan malam sekali. Kita tidak tahu dan terutama bagi
pekerja itu belum pada tahu dan tiba-tiba disahkan secara sepihak," kata dia di sela-sela aksi
demo di Boulevard UNS Solo Selasa, Selasa, Oktober 2020.
576

