Page 573 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 573

DPR juga menjelaskan penyederhanaan struktur upah minimum dengan cara menghapus Upah
              Minimum Sektoral (UMS). Namun setelah RUU Cipta Kerja disahkan, bagi daerah yang telah
              menetapkan UMS maka akan tetap diberlakukan.

              Bagi  usaha  mikro  dan  kecil  berlaku  upah  berdasarkan  kesepakatan  antara  pengusaha  dan
              pekerja. Sekurang-kurangnya sebesar prosentase tertentu dari rata-rata konsumsi rakyat.

              Ketakutan para buruh dan pekerja juga terkait bakal ada pengurangan nilai pesangon dari 32
              kali menjadi 25 kali.

              Menanggapi itu, DPR memastikan bahwa pesangon betul-betul menjadi hak dan dapat diterima
              pekerja/buruh.

              Lalu  Jaminan  Kehilangan  Pekerjaan  (JKP)  adalah  skema  baru  terkait  jainan  ketenagakerjaan
              yang tidak mengurangi manfaat dari bergabai jaminan sosila lainnya seperti jaminan kecelakaan
              kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua dan jaminan pensiun.

              Sedangkan untuk besaran pesangon diatur sebesar 32 kali gaji namun pelaksanaannya hanya 7
              perusahaan  yang  patuh  memberikan  pesangon  sesuai  ketentuan  sehingga  ada  kepastian
              mengenai besaran pesangon yang diterima pekerja.

              Jumlah  pesangon  yang  tinggi  dibanding  negara  lain  juga  berdampak  keengganan  investor
              berinvestasi.  Dalam  RUU  Cipta  Kerja,  jumlah  maksimal  pesangon  menjadi  25  kali  dengan
              pembagian 19 kali ditanggung pemberi kerja/usaha dan 6 kali diberikan melalui JKP yang dikelola
              pemerintah  dan  BPJS  Ketenagakerjaan.  Sedangkan  untuk  persyaratan  PHK  tetap  mengikuti
              ketentuan dalam UU Ketenagakerjaan.

              Ketakutan kaum buruh/pekerja yang selanjutnya terkait Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)
              atau kontrak seumur hidup tidak ada batas waktu kontraknya.
              Menjawab itu, dalam RUU Cipta Kerja yang disahkan DPR dijelaskan.

              Pertama, PKWT hanya untuk pekerjaan yang memenuhi syarat-syarat tertentu (tidak tetap).
              Kedua,  PKWT  memberikan  perlindungan  untuk  kelangsungan  bekerja  dan  perlindungan  hak
              pekerja sampai pekerjaan selesai.

              Ketiga,  PKWT  berakhir, pekerja  berhak  mendapatkan  uang  kompensasi  sesuai  dengan  masa
              kerja (diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah). Keempat, syarat PKWT tetap mengacu
              UU 13/2003 tetang ketenagakerjaan dengan penyesuaian terhadap perkembangan kebutuhan
              dunia kerja.
























                                                           572
   568   569   570   571   572   573   574   575   576   577   578