Page 568 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 568

UU Cipta Kerja, menurut Mery, membuat pekerja rawan mendapat upah murah lewat legalisasi
              penghitungan upah per jam. Selain itu status dan kepastian kerja tidak jelas lewat outsourcing
              dan kontrak kerja tanpa batasan waktu.

              "Sebagai aktivis perempuan kami juga melihat RUU yang sekarang menjadi UU ini akan makin
              memperkuat kerentanan pekerja perempuan," kata Mery.

              Selain menggelar diskusi secara daring, para tokoh dan aktivis agama itu juga menginisiasi petisi
              bertajuk Maklumat Pemuka Agama Indonesia: Tolak Omnibus Law dan Buka Ruang Partisipasi
              Publik di laman change.org pada 5 Oktober lalu.

              Pantauan  CNNIndonesia.com  hingga  pukul  14.54  WIB,  petisi  itu  telah  mendapat  dukungan
              860.109  netizen  dan  jumlahnya  terus  bertambah.  Dalam  petisi  itu  mereka  meminta  DPR
              membatalkan Omnibus Law dan kembali membuka ruang partisipasi publik yang demokratis.

              (khr/wis).




























































                                                           567
   563   564   565   566   567   568   569   570   571   572   573