Page 566 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 566
Judul Tokoh NU, Muhammadiyah, dan Kristen Bersatu Tolak UU Ciptaker
Nama Media cnnindonesia.com
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201006141708-20-
554960/tokoh-nu-muhammadiyah-dan-kristen-bersatu-tolak-uu-
ciptaker
Jurnalis redaksi
Tanggal 2020-10-06 21:41:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
neutral - Roy Murtadho (Koordinator Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam)
Mengawasi aliran yang dapat menimbulkan perpecahan atau mengancam persatuan dan
kesatuan bangsa
negative - Roy Murtadho (Koordinator Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam)
Saya kira mengapa ini menjadi penting ini karena dapat mengancam kebebasan beragama dan
berkeyakinan terutama bagi masyarakat adat. Seringkali keberadaan masyarakat adat dianggap
minor padahal mereka orang-orang yang ada di Indonesia sejak awal
neutral - Mery Kolimon (Ketua Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT)) Sebagai
aktivis perempuan kami juga melihat RUU yang sekarang menjadi UU ini akan makin
memperkuat kerentanan pekerja perempuan
Ringkasan
Sejumlah tokoh Islam, Kristen, hingga aliran kepercayaan bersatu menolak Undang-undang
Omnibus Law Cipta Kerja yang disahkan DPR dan pemerintah pada Senin (5/10). Mereka
bersepakat bahwa produk legislasi itu mengancam kelompok minoritas agama dan merampas
ruang hidup rakyat kecil.
Tokoh dan aktivis keagamaan yang tergabung menolak UU Cipta Kerja ini antara lain Busryo
Muqodas, Pendeta Merry Koliman, Ulil Abshar Abdalla, Engkus Rusana, Roy Murtadho dan
Pendeta Penrad Sagian.
TOKOH NU, MUHAMMADIYAH, DAN KRISTEN BERSATU TOLAK UU CIPTAKER
Jakarta - Sejumlah tokoh Islam, Kristen, hingga aliran kepercayaan bersatu menolak Undang-
undang Omnibus Law Cipta Kerja yang disahkan DPR dan pemerintah pada Senin (5/10). Mereka
565

