Page 570 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 570
Aspirasi publik pun kata para akademisi , kian tak didengar, bahkan terus dilakukan
pembatasan, seakan tidak lagi mau dan mampu mendengar apa yang menjadi dampak bagi hak-
hak dasar warga. Para akademisi , imbuh dia, melihat ada lima masalah mendasar dalam materi
muatan pasal-pasal pada UU Cipta Kerja .
Satu, sentralistik rasa Orde Baru. Para akademisi menemukan hampir 400-an pasal yang menarik
kewenangan kepada Presiden melalui pembentukan peraturan presiden. Dua, UU ini juga anti-
lingkungan hidup.
Mereka menyebut terdapat pasal-pasal yang mengabaikan semangat perlindungan lingkungan
hidup, terutama terhadap pelaksanaan pendekatan berbasis resiko serta semakin terbatasnya
partisipasi masyarakat.
Tiga, soal liberalisasi Pertanian.
Dalam UU ini, tidak akan ada lagi perlindungan petani ataupun sumberdaya domestik, semakin
terbukanya komoditi pertanian impor, serta hapusnya perlindungan lahan-lahan pertanian
produktif.
Empat, kata dia, UU ini abai terhadap Hak Asasi Manusia. Sebab Pasal-pasal tertentu
mengedepankan prinsip semata-mata keuntungan bagi pebisnis, sehingga abai terhadap nilai-
nilai hak asasi manusia, terutama perlindungan dan pemenuhan hak pekerja, hak pekerja
perempuan, hak warga dan lain lain.
Lima, mengabaikan prosedur pembentukan UU. Dia menjelaskan, metode 'omnibus law' tidak
diatur dalam UU Nomor 12 Tahun 2011 jo UU Nomor 15 Tahun 2019 tentang Pembentukan
Peraturan Perundang-undangan.
"Bagaimana mungkin sebuah UU dapat dibentuk tidak sesuai prosedur. Terlebih lagi, semua
proses pembentukan hukum ini dilakukan di masa pandemi, sehingga sangat membatasi upaya
memberi aspirasi untuk mencegah pelanggaran hak-hak asasi manusia," jelasnya.
Mempertimbangkan permasalahan mendasar tersebut dan serta menyimak potensi dampak
kerusakan yang akan ditimbulkannya secara sosial-ekonomi maka hampir dua ratus akademisi
tegas menolak disahkannya RUU Cipta Kerja (Omnibus Law).
Hingga pukul 19.30 WIB, penolakan ini sudah ditandatangani oleh 136 akademisi :.
569

