Page 841 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 841
Pemerintah Sahkan UU Cipta Kerja Wanita asal Mojokerto ini memberi pesan agar para buruh
memikirkan kembali rencana mogok kerja secara nasional.
Terlebih, angka penularan Covid-19 di Indonesia masih tinggi dan belum ada tanda-tanda
mereda. Ia khawatir, aksi turun ke jalan yang digencarkan para serikat pekerja justru berpotensi
menularkan virus corona.
Apalagi, vaksin belum tersedia, sehingga siapapun yang ikut dalam aksi bisa terpapar corona.
"Terkait rencana mogok nasional, saya meminta agar dipikirkan lagi dengan tenang." "Karena
situasi jelas tidak memungkinkan untuk turun ke jalan, untuk berkumpul." "Pandemi covid masih
tinggi, masih belum ada vaksinnya," tulis Ida dalam unggahan di akun Instagram-nya, Senin
(5/10/2020).
Selain itu, Ida berpesan agar para buruh mempertimbangkan keputusan untuk melakukan unjuk
rasa. 200.000 Buruh di Karawang Ikut Aksi Mogok Nasional, Minta UU Cipta Kerja Dicabut Ia
meminta agar para buruh membaca secara utuh UU Cipta Kerja dan menimbang baik buruknya.
Sebab, ada banyak pasal di dalam UU Cipta Kerja yang menguntungkan mereka.
"Pertimbangkan ulang rencana mogok itu.
"Soal PKWT, outsourcing, syarat PHK, itu semua masih mengacu pada undang-undang lama,"
katanya.
Terkait polemik dari UU Cipta Kerja ini, Ida mengaku telah berupaya mencari titik
keseimbangan. Antara melindungi pekerja dan memberi kesempatan kerja pada jutaan orang
lainnya yang masih menganggur. Menurutnya, hal tersebut tidak mudah namun pihaknya sudah
memperjuangkan sebaik-baiknya.
"Tidak mudah memang, tapi kami perjuangkan dengan sebaik-baiknya." "Saya paham ada di
antara teman-teman yang kecewa atau belum puas. Saya menerima dan mengerti." "Ingatlah,
hati saya bersama kalian dan bersama mereka yang masih menganggur," kata Ida.
Ancaman buruh mogok kerja Sebelumnya, sebanyak 2 juta buruh akan melakukan mogok kerja
nasional yang dimulai hari ini, Selasa (6/10/2020) hingga Kamis (8/10/2020). Hal itu disampaikan
oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam keterangan tertulis,
Senin (5/10/2020).
"32 federasi dan konfederasi serikat buruh dan beberapa federasi serikat buruh lainnya siap
bergabung dalam unjuk rasa serempak secara nasional," ujar Said Iqbal.
Said menjelaskan, aksi mogok kerja tersebut akan diikuti buruh yang bekerja di sektor kimia,
energi, pertambangan. UU Cipta Kerja Pangkas Sejumlah Hak Pekerja, Libur 2 Hari dalam
Seminggu Dihapus Tekstil, garmen, sepatu, otomotif, komponen elektronik serta industri besi
dan baja. Kemudian, diikuti buruh di sektor farmasi dan kesehatan, percetakan dan penerbitan,
industri pariwisata, industri semen.
Serta telekomunikasi, pekerja transportasi, pekerja pelabuhan, logistik, hingga perbankan.
Adapun, puluhan kota di berbagai Indonesia akan ikut menggelar aksi mogok kerja ini Said
menyatakan, aksi mogok nasional ini didasarkan pada UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang
Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum dan UU Nomor 21 Tahun 2000.
Perbandingan UU Cipta Kerja yang Baru DIsahkan dengan UU Ketenagakerjaan yang Lama
Khususnya Pasal 4 yang menyebutkan, fungsi serikat pekerja salah satunya adalah
merencanakan dan melaksanakan pemogokan.
840

