Page 838 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 838

Menurut Ida, dalam  RUU Cipta Kerja  ini, banyak aspirasi para buruh yang telah diakomodir,
              seperti PKWT, outsourcing, dan syarat PHK yang masuk dalam UU lama.
              Lanjutnya, Ida menyatakan bahwa soal upah juga masih mengakomodir adanya UMK.

              Berikut  isi  lengkap  surat  terbuka  Menaker    Ida  Fauziyah    :    Kepada  teman-teman  serikat
              pekerja/serikat buruh  "Sejak awal 2020 kita telah mulai berdialog tentang  RUU Cipta Kerja  ,
              baik secara formal melalui lembaga Tripartit, maupun secara informal. Aspirasi kalian sudah kami
              dengar, sudah kami pahami. Sedapat mungkin aspirasi ini kami sertakan menjadi bagian dari
              RUU ini. Pada saat yang sama kami juga menerima aspirasi dari berbagai kalangan."  "Saya
              berupaya  mencari  titik  keseimbangan  antara  melindungi  yang  telah  bekerja  dan  memberi
              kesempatan kerja pada jutaan orang yang masih menganggur, yang tak punya penghasilan dan
              kebanggaan.  Tidak  mudah  memang,  tapi  kami  perjuangkan  dengan  sebaik-baiknya."    "Saya
              paham ada di antara teman-teman yang kecewa atau belum puas. Saya menerima dan mengerti.
              Ingatlah, hati saya bersama kalian dan bersama mereka yang masih menganggur."  "Terkait
              rencana mogok nasional, saya meminta agar dipikirkan lagi dengan tenang karena situasi jelas
              tidak memungkinkan untuk turun ke jalan, untuk berkumpul. Pandemi covid masih tinggi, masih
              belum ada vaksinnya."  "Pertimbangkan ulang rencana mogok itu.

              RUU  Cipta  Kerja    ini.  Banyak  sekali  aspirasi  teman-teman  yang  kami  akomodir.  Soal  PKWT,
              outsourcing, syarat PHK, itu semua masih mengacu pada undang-undang lama. Soal upah juga
              masih mengakomodir adanya UMK. Jika teman-teman ingin 100 persen diakomodir, itu tidak
              mungkin. Namun bacalah hasilnya. Akan terlihat bahwa keberpihakan kami terang benderang."
              "Karena  sudah  banyak  yang  diakomodir,  maka  mogok  menjadi  tidak  relevan.  Lupakanlah
              rencana itu. Jangan ambil risiko membahayakan nyawa kalian, istri, suami dan anak-anak di
              rumah. Mereka wajib kita jaga agar tetap sehat."  "Saya mengajak kita kembali duduk bareng.
              Dengan semangat untuk melindungi yang sedang bekerja dan memberi pekerjaan bagi yang
              masih  nganggur.  Saya  dengan  antusias  menunggu  kehadiran  teman-teman  di  meja  dialog,
              bukan  di  jalanan.  Saya  percaya  kita  selalu  bisa  menemukan  jalan  tengah  yang  saling
              menenangkan. Kita sedang berupaya menyalakan lilin dan bukan menyalahkan kegelapan."  Link
              Download PDF RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang Telah Disahkan Menjadi UU Cipta Kerja  KPA
              Gugat Omnibus Law UU Cipta Kerja ke MK  Isi UU Omnibus Law Cipta Kerja  Rancangan Undang-
              Undang (RUU) Cipta Kerja telah resmi disahkan oleh DPR menjadi Undang-Undang (UU) pada
              Senin (5/10/2020) kemarin.

              RUU Cipta Kerja merupakan RUU yang diusulkan Presiden dan merupakan RUU Prioritas Tahun
              2020 dalam Program Legislasi Nasional Tahun 2020.

              Isi  RUU Cipta Kerja  didukung oleh seluruh partai pendukung koalisi pemerintah.

              Sedangkan,  dua  fraksi  menyatakan  menolak  RUU  menjadi    UU  Cipta  Kerja    ini,  yaitu  Partai
              Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat.
              Tujuh fraksi partai pendukung RUU Cipta Kerja untuk disahkan menjadi UU antara lain Partai
              Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai
              Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan
              (PPP).

              Protes  Risiko  Lingkungan  di  UU  Cipta  Kerja,  35  Investor  Kirim  Surat  ke  Presiden  Jokowi
              Pembahasan  RUU  Cipta  Kerja,  Ini  Alasan  Pimpinan  DPR  Matikan  Mikrofon  saat  Demokrat
              Interupsi .





                                                           837
   833   834   835   836   837   838   839   840   841   842   843