Page 834 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 834

Ringkasan

              Konfederasi  Serikat  Pekerja  (KSP)  BUMN  berkomitmen  untuk  terus  mengawal  Rancangan
              Undang-Undang (RUU) Omnibus Law  Cipta Kerja  yang telah disahkan menjadi Undang-Undang
              (UU).  Sebab,  ada  beberapa  pasal  yang  dinilai  merugikan  bagi  pekerja/buruh  di  seluruh
              Indonesia.    Namun  demikian,  Sekretaris  Jenderal  KSP  BUMN  Achmad  Yunus  menyatakan,
              pihaknya masih bingung dengan poin-poin yang tercantum dalam UU Cipta Kerja. Itu lantaran
              serikat pekerja yang dibawahinya belum mendapat salinan resminya.

              Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara sempat menyampaikan, UU
              Cipta Kerja yang telah diputuskan sebentar lagi bakal diedarkan. Dia mengatakan, pemerintah
              akan fokus dalam operasionalisasi aturan tersebut untuk bisa mencapai tujuan utamanya dalam
              menarik investasi dan membuka lapangan kerja.



              SUDAH DISAHKAN, SERIKAT PEKERJA BELUM TERIMA SALINAN RESMI UU CIPTA
              KERJA

              Konfederasi  Serikat  Pekerja  (KSP)  BUMN  berkomitmen  untuk  terus  mengawal  Rancangan
              Undang-Undang (RUU) Omnibus Law  Cipta Kerja  yang telah disahkan menjadi Undang-Undang
              (UU).  Sebab,  ada  beberapa  pasal  yang  dinilai  merugikan  bagi  pekerja/buruh  di  seluruh
              Indonesia.

              Namun demikian, Sekretaris Jenderal KSP BUMN Achmad Yunus menyatakan, pihaknya masih
              bingung dengan poin-poin yang tercantum dalam UU Cipta Kerja. Itu lantaran serikat pekerja
              yang dibawahinya belum mendapat salinan resminya.

              "Sampai dengan hari ini kami belum mendapatkan salinan resmi UU yang telah disetujui DPR.
              Banyak versi. Antara RUU dengan UU-nya saja beda," kata Yunus kepada  Liputan6.com  , Selasa
              (6/10/2020).

              Yunus mengaku, dirinya belum bisa mempelajari UU  Cipta Kerja  lebih mendalam karena belum
              mendapatkan informasi seputar perubahan apa saja yang ada di dalam aturan baru ini.

              "Terus terang kami belum membaca ribuan pasalnya karena belum dapat diakses UU yang sudah
              disahkan seperti apa," ujar dia.

              Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara sempat menyampaikan, UU
              Cipta Kerja yang telah diputuskan sebentar lagi bakal diedarkan. Dia mengatakan, pemerintah
              akan fokus dalam operasionalisasi aturan tersebut untuk bisa mencapai tujuan utamanya dalam
              menarik investasi dan membuka lapangan kerja.

              Suahasil pun mengajak warganet atau netizen untuk memantau dan mempelajari Rancangan
              Undang-Undang  (RUU)  Omnibus  Law  Cipta  Kerja  yang  telah  disahkan  DPR  RI  dalam  rapat
              paripurna Senin, 5 Oktober 2020 kemarin.

              Menurut dia, masyarakat kini bisa dengan mudah melihat rincian UU Cipta Kerja secara digital di
              berbagai platform media sosial.

              "Kemarin telah disampaikan dalam rapat paripurna DPR, bahwa pembahasan Undang-Undang
              Cipta Kerja  yang berlangsung selama ini disiarkan secara langsung melalui YouTube dan melalui
              media sosial lainnya, berarti pembahasannya bisa diikuti," tuturnya dalam pembukaan Indonesia
              Knowledge Forum (IKF) 2020 yang digelar virtual, Selasa (6/10/2020).

              "Dengan pembahasan yang bisa diikuti tersebut, berarti sekarang jejaknya di media sosial pasti
              masih ada. Kalau mau diperhatikan lebih lanjut bisa dilihat," imbuh dia.
                                                           833
   829   830   831   832   833   834   835   836   837   838   839