Page 835 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 835

Wakil  Ketua  Konfederasi  Persatuan  Buruh  Indonesia  (KPBI),  Jumisih,  mengutarakan  sikap
              kekecewanya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang telah mengesahkan RUU Cipta Kerja
              menjadi Undang-Undang. Pengesahan tersebut, dianggal terlalu cepat dan sangat merugikan
              buruh di tengah kondisi terjadi sekarang ini.

              "Pasti kami sangat kecewa sekali, kita marah, ingin nangis, ini kekecewaan yang luar biasa buat
              buruh dan pekerja yang masih bekerja di pabrik," kata dia saat dihubungi, Senin (5/10/2020).

              Dia menuturkan, dengan disahkannya UU Cipta Kerja semakin menunjukan keyakinan bahwa
              sebetulnya pemerintah dan DPR tidak berpihak kepada rakyat. Keduanya, justru berpihak kepada
              pihak-pihak tertentu seperti korporasi dan pemilik modal.

              "Mereka yang punya uang punya kuasa, jadi sbgai negara yang punya cita-cita tetapi secara
              hukum tidak mendapatkan itu denga diberlakunya ominus law," kata dia.

              Menurutnya, sikap DPR hari ini betul-betul tidak mendengarkan aspriasi dari rakyat yang setiap
              menit melakaukan upaya untuk menggunakan ruang demokrasi untuk menyampaikan aspirasi.
              "Tetapi betul-betul mengecewakan," singkat dia.

              Dalam pandangannya, kehadiran UU Cipta Kerja akan sangat mengerikan. Sebab UU ini akan
              memberikan ruang yang sangat panjang untuk mengekspoitasi rakyar dan alam.

              "Jadi sebetulnya pemerintah sedang mewariskan kehancuran untuk generasi kita dan genrasi
              akan datang. Jadi pemeritnah mewariskan bukan kebaikan tapi kehancuran untuk rakyatnya
              sendiri, per har ini," tandas dia.

              Sebelumnya,  Dewan  Perwakilan  Rakyat  (DPR)  RI  mengesahkan  Rancangan  Undang-Undang
              Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (UU). Kesepakatan tersebut dicapai dalam sidang paripurna
              pembicaraan  tingkat  II  atas  pengambilan  keputusan  terhadap  RUU  tentang  Cipta  Kerja  di
              Gedung DPR RI Jakarta.

              Wakil  Ketua  DPR,  Aziz  Syamsuddin  mengatakan,  dari  sembilan  fraksi,  enam  diantaranya
              menerima RUU Cipta Kerja untuk disahkan menjadi UU. Kemudian satu fraksi menerima dengan
              catatan, dan dua diantaranya menolak.

              "Mengacu pada pasal 164 maka pimpinan dapat mengambil pandangan fraksi. Sepakat? Tok!,"
              kata dia dalam sidang rapat paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (5/10).

              Mewakili pemerintah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyambut
              baik dan mengucapkan terima kasih, apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada
              ketua dan wakil ketua panitia kerja RUU Cipta Kerja, badan legislatif, legislasi DPR, yang telah
              melakukan  proses  pembahasan  dengan  berbagai  pandangan  masukan  dan  saran  yang
              konstruktif.
              "Alhamdulillah sore ini undang undang tersebut diketok oleh DPR," kata dia.

              Dwi Aditya Putra  Merdeka.com.














                                                           834
   830   831   832   833   834   835   836   837   838   839   840