Page 830 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 830

Namun, ia mengklaim secara garis besar pemerintah dan DPR telah menampung aspirasi para
              pekerja dan buruh dalam UU tersebut.
              "Karena sudah banyak yang diakomodasi, mogok menjadi tak relevan. Lupakanlah rencana itu.
              Jangan ambil risiko membahayakan nyawa kalian, istri, suami, dan anak-anak di rumah. Mereka
              wajib kita jaga agar tetap sehat," kata Ida.

              "Saya dengan antusias menunggu kehadiran teman-teman di meja dialog, bukan di jalanan. Saya
              percaya kita bisa menemukan jalan tengah yang saling memenangkan. Kita sedang berupaya
              menyalakan lilin, bukan menyalahkan kegelapan," ujar politisi PKB ini.

              Ia pun menyatakan pemerintah bersama DPR tetap mengesahkan Rancangan Undang-undang
              (RUU)  Cipta  Kerja  menjadi  UU  lantaran  mencari  keseimbangan  antara  para  pekerja  dengan
              mereka yang masih menganggur.

              "Saya berusaha mencari titik keseimbangan antara melindungi yang telah bekerja dan memberi
              kesempatan kerja pada jutaan orang yang masih menganggur, yang tak punya penghasilan dan
              kebanggaan," tutur Ida.

              Klaim  Menaker  ini tidak sesuai dengan isi dan ketentuan yang terdapat dalam UU Cipta Kerja.
              Sejumlah  aturan  malah  memperlihatkan  hak  pekerja  yang  semakin  berkurang.  Misalnya,  UU
              Cipta Kerja menghapus aturan mengenai jangka waktu perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT)
              atau pekerja kontrak. Pekerja kini bisa dikontrak tanpa batas waktu.

              Ketentuan baru ini berpotensi memberikan kekuasaan dan keleluasaan bagi pengusaha untuk
              mempertahankan status pekerja kontrak tanpa batas. Kemudian, hak pekerja mendapatkan hari
              libur dua hari dalam satu pekan yang sebelumnya diatur dalam UU Ketenagakerjaan dipangkas.

              Bahkan, ada aturan yang menghapus sanksi bagi pengusaha yang tidak membayarkan upah
              sesuai ketentuan.









































                                                           829
   825   826   827   828   829   830   831   832   833   834   835