Page 169 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2021
P. 169
Judul Pandemi Bikin Pengembangan Sektor Ketenagakerjaan RI Mundur
Nama Media bisnis.com
Newstrend Dampak Virus Corona dalam Ketenagakerjaan
Halaman/URL https://ekonomi.bisnis.com/read/20210503/12/1389701/pandemi-
bikin-pengembangan-sektor-ketenagakerjaan-ri-mundur
Jurnalis Rahmad Fauzan
Tanggal 2021-05-03 17:04:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Barenbang
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Bambang Satrio Lelono (Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Kemenaker)
Kondisi ini sulit, padahal melihat pembangunan tenaga kerja 5 tahun sebelum pandemi Covid-
19, pemerintah bisa menekan angka pengangguran di bawah 5 persen, tepatnya 4,99 persen
atau 6,88 juta orang. Namun, setahun belakangan upaya tersebut berantakan
positive - Bambang Satrio Lelono (Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Kemenaker)
Ini modal dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dengan syarat penduduk usia produktif
tersebut memiliki kompetensi dan produktivitas sehingga bisa berkontribusi dalam mendorong
petumbuhan ekonomi
Ringkasan
Upaya pengembangan sektor ketenagakerjaan Indonesia yang diupayakan selama belasan tahun
terakhir harus mundur jauh ke belakang. Salah satu indikasinya, laju pertumbuhan PDB per
tenaga kerja Indonesia tahun lalu memburuk sejak anjlok parah pada 2018. Berdasarkan laporan
Badan Pusat Statistik (BPS) 29 April 2021, tingkat pertumbuhan riil PDB per orang bekerja pada
2020 jatuh hingga menyentuh level -1,84 persen setelah berhasil membaik dari 0,79 persen
menjadi 3 persen pada periode 2019-2020.
PANDEMI BIKIN PENGEMBANGAN SEKTOR KETENAGAKERJAAN RI MUNDUR
JAKARTA - Upaya pengembangan sektor ketenagakerjaan Indonesia yang diupayakan selama
belasan tahun terakhir harus mundur jauh ke belakang. Salah satu indikasinya, laju pertumbuhan
PDB per tenaga kerja Indonesia tahun lalu memburuk sejak anjlok parah pada 2018. Berdasarkan
laporan Badan Pusat Statistik (BPS) 29 April 2021, tingkat pertumbuhan riil PDB per orang
bekerja pada 2020 jatuh hingga menyentuh level -1,84 persen setelah berhasil membaik dari
0,79 persen menjadi 3 persen pada periode 2019-2020.
168

