Page 167 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2021
P. 167
Ringkasan
Hari buruh atau May Day yang jatuh setiap awal Mei biasa diperingati dengan berdemonstrasi.
Namun kali ini hari buruh diselenggarakan secara terbatas. Ada yang meramaikannya dengan
menggelar dialog antara pihak pekerja, pemerintah daerah, dan pengusaha, seperti yang
dilakukan para buruh di Jawa Barat.
MAY DAY MOMENTUM MEMERANGI PANDEMI COVID-19
JAKARTA -- Hari buruh atau May Day yang jatuh setiap awal Mei biasa diperingati dengan
berdemonstrasi. Namun kali ini hari buruh diselenggarakan secara terbatas. Ada yang
meramaikannya dengan menggelar dialog antara pihak pekerja, pemerintah daerah, dan
pengusaha, seperti yang dilakukan para buruh di Jawa Barat.
Ada pula yang merayakan hari buruh dengan cara berbeda. Yaitu memberikan bantuan untuk
membantu meringankan beban hidup para pekerja di tengah pandemi Covid-19. Hal ini dilakukan
BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) bersama Menteri Ketenagakerjaan dan beberapa instansi
pemerintahan lainnya seperti Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Asosiasi Pengusaha
Indonesia (APINDO), dan Pemerintah Daerah.
Mereka menyerahkan bantuan sebanyak 18.798 paket sembako secara simbolis kepada
perwakilan pekerja dan Serikat Pekerja dan Buruh di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja
(BBPLK) di Bekasi, Sabtu (1/5). Pemberian bantuan ini dilakukan di 34 provinsi dan 415
Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.
Pemberian bantuan ini merupakan bentuk empati BP Jamsostek kepada sesama pekerja imbas
dari pandemi Covid-19 sekaligus perjuangan para relawan dalam bekerja memerangi pandemi
Covid-19 ini. Selain itu dengan bantuan Sembako yang diberikan diharapkan mampu mendukung
daya tahan pekerja agar imunitas mereka tetap dalam kondisi prima.
Dalam kegiatan ini Anggoro berpesan kepada Serikat Pekerja dan Serikat Buruh yang hadir untuk
turut mendukung program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) karena akan membantu para
pekerja yang mengalami PHK karena perusahaan mereka terdampak pandemi Covid-19 ini.
Ditemui di tempat terpisah pada peringatan May Day di Wisma Atlet, Jakarta, Direktur Utama BP
Jamsostek, Anggoro Eko Cahyo, menuturkan bahwa sejatinya 1 Mei ini menjadi momen untuk
mengingatkan kita akan hak hak dasar para pekerja yang tidak boleh dilupakan oleh pemerintah
dan pemberi kerja.
"Sesuai tema yang kami usung, peringatan May Day ini kami gunakan sebagai momentum
peningkatan layanan dan manfaat kepada pekerja Indonesia melalui perlindungan jaminan sosial
ketenagakerjaan serta peningkatan layanan agar lebih cepat, mudah, dan akurat bagi pekerja,"
ujarnya.
Di masa masa krisis seperti saat ini, perlindungan dasar bagi pekerja memiliki urgensi yang tinggi
seiring dengan peningkatan risiko kerja yang rentan dialami oleh seluruh pekerja. "Tidak ada
capaian yang lebih tinggi bagi kami selain memberikan rasa aman dan kepuasan bagi pekerja
peserta BP Jamsostek," ucap Anggoro.
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah, mengapresiasi seluruh stakeholder ketenagakerjaan
khususnya BP Jamsostek dalam mendukung kegiatan ini. "BP Jamsostek hadir sebagai rumah
bagi perlindungan pekerja indonesia yang ada pada saat senang dan susah. Kehadiran dirut
tentunya tidak hanya pada momentum ini tapi juga di kesempatan lain untuk lebih dekat dengan
pekerja dan pengusaha," ujar Ida.
166

