Page 108 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 MEI 2020
P. 108

Title          POSKO THR KEMNAKER TERIMA 735 PENGADUAN DAN KONSULTASI
               Media Name     jabar.antaranews.com
               Pub. Date      20 Mei 2020
                              https://jabar.antaranews.com/internasional/berita/1503988/posko-thr-ke mnaker-terima-
               Page/URL
                              735-pengaduan-dan-konsultasi
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive






               Jakarta - Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) Kementerian
               Ketenagakerjaan (Kemnaker) sudah menerima 735 pengaduan dan konsultasi dan
               422 diantaranya adalah pengaduan dalam rentang waktu 11-18 Mei 2020.


               "Posko THR ini telah dimanfaatkan para pekerja, pengusaha maupun masyarakat
               umum yang membutuhkan informasi, konsultasi maupun pengaduan THR. Semua
               telah kita tindaklanjuti," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah
               dalam siaran pers kementerian yang diterima di Jakarta, Rabu.

               Dari 735 pengaduan dan konsultasi yang diterima oleh Kemnaker, 422 adalah
               pengaduan terkait THR dan 313 adalah konsultasi. Berdasarkan laporan kriteria
               pengaduan THR, yang telah dibayarkan sesuai dengan ketentuan ada 326
               pengaduan, yang tidak mampu membayar ada 274. Rincian 274 yang tidak mampu
               bayar THR itu terdiri dari 167 yang tidak bayar THR, 27 ditunda, 40 dibayar
               bertahap dan 40 pemotongan THR.

               Menaker memastikan bahwa setiap pengaduan yang masuk akan ditindaklanjuti
               oleh tim dari Ditjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga
               Kerja (PHI dan Jamsos) serta Ditjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan
               Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3) Kemnaker.


               "Tentunya kita dorong untuk dilakukan dialog secara bipartit yang melibatkan
               pekerja dan pengusaha, sehingga mereka mencapai solusi dan kesepakatan
               bersama terkait pembayaran THR ini. Kesepakatan itu harus dilaporkan ke Dinas
               Tenaga Kerja setempat," kata Menaker.

               Menaker menegaskan bahwa perusahaan harus membayar THR sesuai dengan
               ketentuan perundang-undangan. Jika terjadi kesulitan pembayaran, opsi bisa
               dibicarakan dalam dialog kekeluargaan antara pekerja dan pengusaha untuk
               mencapai kesepakatan. Dialog tersebut harus dilandasi oleh laporan keuangan
               internal perusahaan dan hasilnya harus berupa kesepakatan tertulis yang dilaporkan
               ke Dinas Ketenagakerjaan di daerah masing-masing.

               Bagi perusahaan yang tidak membayar tepat waktu tanpa perjanjian dengan
               pekerja, Menaker mengingatkan adanya sanksi administratif berupa teguran tertulis
               dan sanksi pembatasan kegiatan usaha. Selain itu, pengusaha yang terlambat
               membayar THR dikenai denda sebesar 5 persen yang akan dikelola dan
               dipergunakan untuk kesejahteraan pekerja dan buruh..





                                                      Page 107 of 141.
   103   104   105   106   107   108   109   110   111   112   113