Page 47 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 AGUSTUS 2021
P. 47
Judul PMI Juli Anjlok, PHK Membayangi Industri Manufaktur
Nama Media bisnis.com
Newstrend PPKM Level 4
Halaman/URL https://ekonomi.bisnis.com/read/20210802/12/1425054/pmi-juli-
anjlok-phk-membayangi-industri-manufaktur
Jurnalis Rahmad Fauzan
Tanggal 2021-08-02 22:05:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Johnny Darmawan (Ketua Industri Manufaktur Asosiasi Pengusaha Indonesia
(Apindo)) Sekarang ini saja sudah terjadi PHK terhadap tenaga kerja di manufaktur dalam jumlah
cukup besar yang kemungkinan tidak tercatat oleh pemerintah, terutama pekerja kontrak dan
outsourcing
Ringkasan
Ketua Industri Manufaktur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Johnny Darmawan
mengatakan tidak menutup kemungkinan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) dan
perumahan pekerja di sektor manufaktur dalam beberapa bulan mendatang sebagai dampak
dari penerapan PPKM Level 3 dan Level 4. "Sekarang ini saja sudah terjadi PHK terhadap tenaga
kerja di manufaktur dalam jumlah cukup besar yang kemungkinan tidak tercatat oleh
pemerintah, terutama pekerja kontrak dan outsourcing," ujar Johnny, Senin (2/8/2021).
PMI JULI ANJLOK, PHK MEMBAYANGI INDUSTRI MANUFAKTUR
Ketua Industri Manufaktur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Johnny Darmawan
mengatakan tidak menutup kemungkinan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) dan
perumahan pekerja di sektor manufaktur dalam beberapa bulan mendatang sebagai dampak
dari penerapan PPKM Level 3 dan Level 4.
"Sekarang ini saja sudah terjadi PHK terhadap tenaga kerja di manufaktur dalam jumlah cukup
besar yang kemungkinan tidak tercatat oleh pemerintah, terutama pekerja kontrak dan
outsourcing," ujar Johnny, Senin (2/8/2021).
Pemerintah, kata Johnny, seharusnya sudah memperhitungkan kondisi sektor manufaktur sejak
Juni 2021. Sebelumnya, pelaku industri sudah melayangkan permintaan pembukaan secara
penuh jalur rantai pasok perusahaan di manufaktur yang banyak tergolong sebagai sektor
nonesensial. Sebab, saat ini terjadi syok di sisi rantai pasok untuk sejumlah bahan baku industri.
46

