Page 48 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 AGUSTUS 2021
P. 48
Sementara itu, berdasarkan laporan IHS Markit, Purchasing Managing Index (PMI) Manufaktur
Indonesia anjlok dari 53,5 pada Juni 2021 menjadi 40,1 pada Juli 2021.
Menghadapi kemungkinan buruk di sektor manufaktur ke depan, terutama untuk mengantisipasi
dampak pandemi terhadap tenaga kerja, Johnny meminta pemerintah untuk melanjutkan dan
memperbaiki upaya yang sudah dilakukan. Hal itu terutama mengenai kelancaran rantai pasokan
dan sejumlah insentif.
Selain itu, kalangan pengusaha berharap kapasitas beroperasi yang dibatasi 50 persen seperti
yang berlakukan kepada industri berorientasi ekspor bisa ditingkatkan. Sebab, pembatasan 50
persen dinilai memiliki dampak yang cukup besar bagi industri.
Perusahaan sektor manufaktur yang sudah beroperasi dengan teknologi tingkat tinggi yang
disebut cukup sulit melakukan penyesuaian ketika kapasitas operasinya hanya 50 persen.
Pemerintah pun diminta memperbanyak koordinasi di lapangan agar aturan main bisa lebih jelas
dan sektor usaha yang sudah mengikuti prokes bisa lebih diperhatikan.
Penerapan protokol kesehatan, kata Johnn,y di sejumlah sektor manufaktur sudah baik dan telah
dijalankan dengan maksimal. Dengan demikian, pemerintah diharapkan bisa membuat kebijakan
yang lebih spesifik untuk mengatur sektor usaha yang bisa dilonggarkan dan implementasi
penerapannya.
Johnny menambahkan, sejauh ini Operasional industri manufaktur telah diatur pemerintah
dengan Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) yang dikeluarkan oleh
Kementerian Perindustrian. Aktivitas industri berorientasi ekspor juga dipastikan terus didorong
demi menghindari risiko kehilangan pasar. Namun, pemerintah tidak memberikan relaksasi
khusus terhadap operasional industri yang telah melakukan vaksinasi terhadap seluruh
pekerjanya
47

