Page 178 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 178
Judul Pengamat nilai pembayaran THR bisa ciptakan multiplier effect
Nama Media elshinta.com
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/URL https://www.elshinta.com/news/230994/2021/04/07/pengamat-nilai-
pembayaran-thr-bisa-ciptakan-multiplier-effect
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-04-07 15:45:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 7.500.000
News Value Rp 22.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Tadjuddin Noer Effendi (Pengamat ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada) Ini
bisa meningkatkan daya beli masyarakat jelang lebaran. Kalau kita dalam keadaan krisis
ekonomi, perbanyaklah uang berputar di level bawah. Dengan demikian akan terjadi perputaran
uang
neutral - Tadjuddin Noer Effendi (Pengamat ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada)
Kalau menjelang lebaran buruh tidak terima THR, mereka protes kemudian demo, produksi
perusahaan juga menurun. Perusahaan sudah dibantu pemerintah, sekarang bantu karyawannya
neutral - Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia) Tahun lalu
THR dicicil, saya minta tahun ini dibayar secara penuh. Kita harus komitmen
Ringkasan
Pengamat Ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Tadjuddin Noer Effendi menilai
pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawan bisa menciptakan dampak lanjutan
(multiplier effect) kepada perekonomian. Tadjuddin dalam pernyataan di Jakarta, Rabu,
mengatakan pembayaran THR itu dapat menjadi stimulus untuk menggerakkan roda
perekonomian di kalangan menengah ke bawah, khususnya para pedagang kecil.
PENGAMAT NILAI PEMBAYARAN THR BISA CIPTAKAN MULTIPLIER EFFECT
Pengamat Ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Tadjuddin Noer Effendi menilai
pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawan bisa menciptakan dampak lanjutan
(multiplier effect) kepada perekonomian.
Tadjuddin dalam pernyataan di Jakarta, Rabu, mengatakan pembayaran THR itu dapat menjadi
stimulus untuk menggerakkan roda perekonomian di kalangan menengah ke bawah, khususnya
para pedagang kecil.
177

