Page 175 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 175

Ida  selaku  Menteri  Ketenagakerjaan  mengatakan  para  korban  PHK  nantinya  akan  mendapat
              bantuan uang tunai sebesar 45 persen dari upahnya terdahulu untuk tiga bulan pertama.
              Tiga bulan berikutnya, uang tunai yang diterima hanya sebesar 25 persen dari upahnya.

              "Uang tunai 45% dari upah untuk 3 bulan pertama, 25% dari upah untuk 3 bulan berikutnya,
              dan ini diberikan paling lama 6 bulan," ujar Ida, dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI,
              Rabu (7/4/2021).

              Tak hanya itu, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi terlebih dahulu agar para korban
              PHK dapat menerima bantuan uang tunai tersebut.

              Salah  satunya  korban  PHK  harus  merupakan  Warga  Negara  Indonesia  (WNI)  yang  telah
              diikutsertakan dalam program jaminan sosial yang sudah ada.

              Ida  menyebut  program  jaminan  sosial  yang  dimaksud  meliputi  Jaminan  Kesehatan  Nasional
              (JKN), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan lain sebagainya.

              "Peserta  JKP  adalah  WNI  yang  telah  diikutsertakan  dalam  program  jaminan  sosial  sesuai
              penahapan kepesertaan dalam PP No. 109 tahun 2013, meliputi untuk usaha besar dan usaha
              menegah, diikutsertakan pada program JKN, JKK, JHT, JP dan JKM, kemudian untuk usaha kecil
              dan mikro, diikutsertakan sekurang-kurangnya pada program JKN, JKK, JHT, dan JKM," jelasnya.

              Selain itu, usia menjadi syarat tersendiri. Korban PHK diharuskan peserta yang belum genap
              berusia 54 tahun untuk menerima bantuan.

              "Belum berusia 54 tahun. Mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha baik kapasitasnya itu
              Perjanjian  Kerja  Waktu  Tertentu  (PKWT)  maupun  Perjanjian  Kerja  Waktu  Tidak  Tertentu
              (PKWTT)," imbuhnya.

              Syarat lainnya bagi penerima bantuan uang tunai ini yaitu harus pekerja yang mengalami PHK
              sesuai dengan UU Cipta kerja pasal 154A UU No.11 tahun 2020.
              Berbeda cerita atau dikecualikan untuk alasan PHK karena mengundurkan diri, cacat total tetap,
              pensiun, dan meninggal dunia. Selain itu, korban PHK tadi memiliki keinginan untuk bekerja
              kembali.

              Kemudian juga memiliki masa iuran pada jaminan sosial yang disyaratkan sebelumnya paling
              sedikit 12 bulan dan telah membayar setidaknya 6 bulan berturut-turut sebelum di-PHK.

              "Pekerja yang memiliki masa iuran paling sedikit 12 bulan dalam 24 bulan, membayar iuran 6
              bulan berturut-turut sebelum terjadi PHK," tandasnya.






















                                                           174
   170   171   172   173   174   175   176   177   178   179   180