Page 67 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 67

SEDIAKAN LAPANGAN KERJA BARU

              Pemerintah Kabupaten Cirebon membuka kesempatan bagi para investor membuka lapangan
              kerja  baru,  untuk  menekan  minat  masyarakat  yang  ingin  menjadi  Pekerja  Migran  Indonesia
              (PMI).

              Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan pemerintah menjamin kemudahan bagi investor yang
              akan  berinvestasi  di  Kabupaten  Cirebon.  Beberapa  titik  pun  sudah  disiapkan  oleh  Pemkab
              Cirebon.

              "Kalau tersedia banyak lapangan pekerjaan, saya yakin minat masyarakat yang ingin menjadi
              pekerja migran akan berkurang," kata Imron di Kabupaten Cirebon, Rabu (7/4).

              Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menambah kawasan industri dari 2.000 hektare menjadi
              10.000 hektare di wilayah timur Cirebon. Saat ini industri pun mulai bermunculan.
              Imron  mengatakan,  jumlah  pengangguran  terbuka  di  Kabupaten  Cirebon  saat  ini  sebanyak
              11,52% dari 2,2 juta total penduduk. Pemerintah akan terus berupaya memberikan kesempatan
              kerja.

              "Memang, bekerja di luar negeri adalah hak. Tetapi, kalau nanti di sini sudah ada kenapa harus
              ke luar negeri," kata Imron.

              Beberapa tahun lalu, pemerintah daerah sudah membentuk Layanan Terpadu Satu Pintu (LSTP)
              yang berupaya menekan PMI ilegal. Layanan tersebut berada di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker)
              Kabupaten Cirebon.

              Petugas  dalam  layanan  tersebut  terdiri  dari  Disnaker,  kantor  imigrasi,  kepolisian,  dan  dinas
              kependudukan dan pencatatan sipil (Disdukcapil).

              "Jangan  sampai  Kabupaten  Cirebon  terus  dicap  sebagai  lumbung  TKW.  Kabupaten  Cirebon,
              adalah daerah terbanyak PMI setelah Indramayu," kata Imron.
              Di sisi lain, Pemkab Cirebon melakukan diseminasi dalam upaya peningkatan dan perlindungan
              bagi calon PMI. Imron mengatakan, upaya perlindungan kepada PMI ini sudah diatur dalam
              Undang-undang (UU) nomor 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia.

              "PMI ini harus dilindungi mulai dari sebelum bekerja, saat bekerja, atau pun sesudah bekerja.
              Melalui diseminasi ini, perlindungan akan dimulai dari tingkat desa," kata Imron.

              Imron menyebutkan, Kabupaten Cirebon merupakan daerah kantong PMI terbanyak kedua di
              Jawa Barat, di bawah Kabupaten Indramayu. Tercatat, pada 2019 jumlah warga yang berangkat
              menjadi PMI sebanyak 9.931 orang.

              Sedangkan  hingga  akhir  2020,  jumlah  PMI  di  Kabupaten  Cirebon  yang  berangkat  menurun
              menjadi 2.803 orang. "Hal tersebut karena adanya pandemi Covid-19, dimana negara tujuan
              melarang adanya kedatangan warga asing," kata Imron.

              Melalui  desiminasi  ini  pun,  kata  Imron,  pemerintah  desa/kecamatan  diminta  melakukan
              penguatan  kompetensi  bagi  calon  PMI.  Sehingga  nantinya,  pekerja  tersebut  bisa  berangkat
              secara legal.

              Selain  itu,  pemerintah  desa/kecamatan  harus  menyediakan  informasi  ketenagakerjaan  dan
              layanan migrasi di tingkat desa.





                                                           66
   62   63   64   65   66   67   68   69   70   71   72