Page 72 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 72
Judul Klaim Berpotensi Melonjak pada 2022
Nama Media Bisnis Indonesia
Newstrend Klaim BPJamsostek
Halaman/URL Pg15
Jurnalis Iim F. Timorria
Tanggal 2021-04-08 04:02:00
Ukuran 103x295mmk
Warna Warna
AD Value Rp 90.125.000
News Value Rp 270.375.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Anggoro Eko Cahyo (Direktur Utama BPJAMSOSTEK) Kami memproyeksikan tahun
depan potensi klaim itu meningkat sampai empat kali lipat, artinya bisa sampai 10 juta. Tentu
ini menjadi tantangan buat kami untuk bisa melayani empat kali lipat tanpa harus menambah
outlet yang ada, digitalisasi tentu menjadi bagian dari itu
positive - Anggoro Eko Cahyo (Direktur Utama BPJAMSOSTEK) Tentu saja untuk mempercepat
perlu ada simplifikasi proses dan simplifikasi dokumen, yang sekarang untuk klaim butuh
beberapa dokumen sehingga butuh waktu lama. Nanti akan kami simplifikasi
positive - Anggoro Eko Cahyo (Direktur Utama BPJAMSOSTEK) Ini yang sedang nanti
kembangkan agar nantinya para pekerja kalau mau klaim tidak perlu ke kantor cabang, bisa
lebih mudah dan lebih cepat
Ringkasan
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan memproyeksikan kenaikan
klaim hingga empat kali lipat pada tahun depan, seiring dengan peningkatan kualitas layanan
dan adanya program jaminan kehilangan pekerjaan atau JKP. Direktur Utama BPJS
Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo mengatakan kecepatan dan kapasitas layanan menjadi
salah satu tantangan utama pelaksanaan jaminan sosial saat ini. Dengan jumlah outlet dan
sistem yang ada saat ini, BPJS Ketenagakerjaan memproses klaim dalam 5–10 hari dan durasi
itu dirasa masih lama sehingga perlu dipersingkat.
KLAIM BERPOTENSI MELONJAK PADA 2022
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan memproyeksikan kenaikan
klaim hingga empat kali lipat pada tahun depan, seiring dengan peningkatan kualitas layanan
dan adanya program jaminan kehilangan pekerjaan atau JKP.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo mengatakan kecepatan dan kapasitas
layanan menjadi salah satu tantangan utama pelaksanaan jaminan sosial saat ini. Dengan jumlah
71

