Page 73 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 73
outlet dan sistem yang ada saat ini, BPJS Ketenagakerjaan memproses klaim dalam 5–10 hari
dan durasi itu dirasa masih lama sehingga perlu dipersingkat.
Menurut Anggoro, pihaknya memiliki kemampuan layanan sekitar 2,5 juta klaim dalam 1 tahun.
Pengembangan kualitas layanan yang terus dilakukan pun menurutnya akan memengaruhi
lonjakan jumlah klaim.
“Kami memproyeksikan tahun depan potensi klaim itu meningkat sampai empat kali lipat, artinya
bisa sampai 10 juta. Tentu ini menjadi tantangan buat kami untuk bisa melayani empat kali lipat
tanpa harus menambah outlet yang ada, digitalisasi tentu menjadi bagian dari itu,” ujar Anggoro
dalam rapat bersama Komisi IX DPR, Rabu (7/4).
Saat ini, BPJS Ketenagakerjaan menerima tingginya potensi klaim program jaminan hari tua
(JHT) karena banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK). Tren itu berpotensi terus terjadi
selama kondisi perekonomian masih tertekan dan serapan tenaga kerja belum meningkat dengan
pasti.
Anggoro menilai keberadaan program JKP, yang akan segera dijalankan akan memengaruhi
peningkatan klaim. Pekerja yang terkena PHK dapat mengajukan klaim JKP, dan sisi lain tetap
menyimpan kemungkinan klaim JHT jika peserta tersebut membutuhkan dana lebih.
“Tentu saja untuk mempercepat perlu ada simplifikasi proses dan simplifikasi dokumen, yang
sekarang untuk klaim butuh beberapa dokumen sehingga butuh waktu lama. Nanti akan kami
simplifikasi,” ujar Anggoro.
Untuk meningkatkan kualitas layanan klaim, BPJS Ketenagakerjaan akan mengembangkan
kemudahan daftar dan bayar dengan menggunakan basis data biometrik. Menurut Anggoro,
pemanfaatan biometrik membuat proses pendafataran dan klaim akan lebih ringkas karena
kebutuhan dokumen menjadi lebih sedikit.
Badan itu pun akan menyempurnakan aplikasi Jamsostek Mobile agar memuat layanan lebih
terintegrasi, mulai dari pendaftaran, proses know your customer (KYC), klaim, layanan informasi,
hingga pasar tenaga kerja.
“Ini yang sedang nanti kembangkan agar nantinya para pekerja kalau mau klaim tidak perlu ke
kantor cabang, bisa lebih mudah dan lebih cepat,” ujarnya.
Saat ini terdapat 48,64 juta peserta BPJS Ketenagakerjaan, atau mencakup 54,04% angkatan
kerja. Dari jumlah tersebut, baru 8,42% di antaranya yang merupakan peserta Bukan Penerima
Upah (BPU). Peningkatan pelayanan itu menurut Anggoro, harus berjalan paralel dengan
peningkatan kepesertaan, termasuk dengan menyentuh para pekerja informal di segmen BPU.
(Wibi P. Pratama)
72

