Page 126 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MARET 2020
P. 126

juga mengelola program jaminan sosial lainnya yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan
              Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP).
              "BPJS Ketenagakerjaan wajib melaporkan perkembangan dan dinamika pengelolaan program
              jaminan sosial secara periodik bulanan (monthly) kepada Kemnaker," ujar Ida dalam keterangan
              resmi dikutip Rabu (24/3).

              Ia juga meminta percepatan integrasi data Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Sisnaker) dengan
              BPJS Ketenagakerjaan untuk menjalankan program JKP. Lewat integrasi data, pemerintah bisa
              segera menggulirkan program anyar itu melalui BPJS Ketenagakerjaan. Nantinya, manfaat JKP
              akan diberikan kepada pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

              "Kami harus pastikan program JKP tepat sasaran. Oleh karena itu, integrasi data dibutuhkan
              sebab salah satu syarat penerima program JKP adalah pekerja yang terdaftar sebagai peserta
              BPJS Ketenagakerjaan," katanya.

              Ia  juga  mendorong  implementasi  kembali  Koordinasi  Fungsional  (KF)  antara  BPJS
              Ketenagakerjaan  dan  Kemnaker  dari  tingkat  pusat  sampai  ke  daerah  guna  perluasan  dan
              pembinaan kepesertaan serta penegakan hukum. Ini dilakukan dengan melibatkan mediator,
              pengawas, pengantar kerja, pengawas dan pemeriksa (wasrik) BPJS Ketenagakerjaan, dan dinas
              daerah.
              Selain itu, perlu kerja sama BPJS Ketenagakerjaan dan Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker)
              baik dalam bidang akademis maupun non akademik. Kemudian, peningkatan kepesertaan dan
              manfaat bagi pekerja migran Indonesia (PMI) serta pengaturannya di luar negeri.

              Program  JKP  diatur  dalam  PP  Nomor  37  Tahun  2021  tentang  Penyelenggaraan  Jaminan
              Kehilangan Pekerjaan. Dalam aturan itu manfaat yang diterima peserta JKP meliputi uang tunai,
              akses informasi pasar kerja, dan pelatihan kerja.

              Manfaat dalam bentuk uang tunai diberikan sebesar 45 persen upah untuk tiga bulan pertama
              dan 25 persen upah untuk tiga bulan berikutnya. Namun, pemerintah juga membatasi jangka
              waktu pemberian manfaat uang tunai yakni maksimal enam bulan.

              Sementara itu, batas maksimal upah yang diperhitungkan adalah Rp5 juta. Itu berarti pekerja
              korban  PHK  menerima  paling  banyak  Rp2,25  juta  selama  tiga  bulan  pertama.  Selanjutnya,
              pekerja mendapatkan manfaat uang tunai Rp1,25 juta pada tiga bulan berikutnya.





























                                                           125
   121   122   123   124   125   126   127   128   129   130   131