Page 128 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MARET 2020
P. 128
"Perselisihan HI didominasi kasus PHK," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang
Jarnaji di sela sela Dialog Pencegahan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di
Hotel Lemo Tangerang, Rabu 24 Maret 2021.
Berdasarkan Data Disnaker Kabupaten Tangerang selama tahun 2020 atau sepanjang Pandemi
Covid-19 tercatat 326 kasus perselisihan HI. Jumlah ini meningkat 12,4 persen dibandingkan
tahun 2019 dengan 300 kasus perselisihan HI. Adapun periode Januari-Maret 2021 jumlah kasus
perselisihan HI tercatat 22 kasus.
Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengendalian Ketenagakerjaan Disnaker Kabupaten
Tangerang Indra Darmawan mengatakan tingginya kasus perselisihan antara karyawan dan
perusahaan dipicu oleh dampak pandemi Covid-19.
Dampaknya antara lain banyak banyak perusahaan yang tidak mampu membayar upah
karyawan yang berujung pada pemecatan karyawan. " PHK adalah jalan terakhir yang diambil
perusahaan karena tak mampu lagi berproduksi," kata Indra.
Indra menjelaskan perselisihan HI terjadi ketika tidak ada titik temu pada saat bepartid di
perusahaan (antara karyawan dengan manajemen perusahaan). Selanjutnya dilakukan
pencatatan perselisihan HI ke Disnaker Kabupaten Tangerang. "Atas dasar itu kami
menyelesaikan dengan cara mediasi," kata Indra.
Saat ini Disnaker Kabupaten Tangerang hanya memiliki 4 orang mediator. Jumlah tersebut, kata
Indra, sangat minim jika dibandingkan tingginya kasus perselisihan HI yang dihadapi.
Indra mengatakan dari 326 kasus perselisihan HI pada tahun 2020, 165 kasus selesai dengan
anjuran dan 80 kasus selesai dengan Perjanjian Bersama. "Ada beberapa kasus yang dilimpahkan
ke Pengadilan HI dan saat ini tengah berproses," kata Indra.
Selama pandemi Covid-19 terjadi tercatat 31.728 karyawan dari 134 perusahaan di Kabupaten
Tangerang di PHK. Sebanyak 24 perusahaan tutup sepanjang 2020 dan 3 perusahaan tutup pada
2021.
JONIANSYAH HARDJONO.
127

