Page 238 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 DESEMBER 2021
P. 238

Menurut Riza, hal itu terungkap ketika rapat awal terkait penetapan UMP tahun 2022 di Dewan
              Pengupahan.
              "Dulu, waktu kita rapat di awal Dewan Pengupahan sejujurnya yang kami terima bahwa semua
              pihak bahkan pengusaha dalam rapat tersebut tidak keberatan sampai 5 persen," kata Riza, di
              Balai Kota Jakarta, Selasa (21/12/2021).

              Meski  demikian,  Riza  mengaku  tidak  mengingat  dengan  jelas,  perusahaan  mana  saja  yang
              dimaksudnya.

              Ia  hanya  menekankan  apa  yang  dilakukan  pihaknya  ini  semata-mata  untuk  memenuhi  rasa
              keadilan. Mengingat bila menggunakan perhitungan besaran UMP yang sebelumnya angka yang
              keluar begitu kecil, yakni 0,85 persen kenaikannya.

              "Ya nanti kan ini semua dalam proses ya, semua dalam proses prinsipnya kita selalu mencari
              solusi terbaik, pemerintah Kemnaker punya PP maksudnya baik, namun ketika diterapkan di
              Pemprov ternyata angkanya kecil untuk Jakarta, kami harus mengambil kebijakan," ujarnya.

              Di  sisi  lain,  ia  mempersilahkan  siapapun  menyampaikan  ketika  merasa  keberatan  dengan
              keputusan pihaknya ini. Namun penyelesaiannya kata dia bisa dilakukan melalui diskusi bersama
              mencari solusi.

              "Pengusaha  kan  ingin  juga  usahanya  maju  dan  sukses  kalo  ingin  maju  dan  sukses  harus
              menunjukan  keadilan,  harus  juga  memperhatikan  kesejahteraan  karyawannya,  karena
              pengusaha  tidak  bisa  tanpa  buruh,  buruh  tidak  bisa  tanpa  pengusaha,  semua  ini  harus
              bersinergi," jelas Riza.

              Sebelumnya, Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI Jakarta bakal
              menggugat Gubernur Jakarta, Anies Baswedan terkait kenaikan UMP tahun 2022.
              Mereka berencana menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara karena keputusan Gubernur
              Anies Baswedan menaikkan UMP 2022 berpotensi menyalahi Peraturan Pemerintah Nomor 36
              Tahun 2021 tentang Pengupahan.

              Adapun UMP tahun 2022 di DKI naik sebesar 5,1 persen menjadi Rp4.641.854 dari ketetapan
              sebelumnya hanya 0,85 persen sebesar Rp4.453.935.































                                                           237
   233   234   235   236   237   238   239   240   241   242   243