Page 301 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 OKTOBER 2020
P. 301

WALI KOTA MALANG TURUT BEDAH OMNIBUS LAW

              Wali Kota Malang ikut serta dalam rapat koordinasi (rakor) virtual bertajuk Sinergitas Kebijakan
              Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Pelaksanaan Regulasi Omnibus Law, di Ngalam Command
              Center, pada Rabu (14/10/2020).

              Dalam rakor tersebut, Menko Politik Hukum dan Keamanan RI, Mahfud MD, menekankan agar
              setiap  daerah  mampu  menyampaikan  alasan  dibuatnya  Omnibus  Law  kepada  masyarakat
              dengan tepat.

              Bahwa faktor yang melatar belakangi pembuatan UU Cipta Kerja ini, kata dia, tak lain karena UU
              sebelumnya  dinilai  menghambat  izin  terkait  pembukaan  usaha  dan  tumbuh  kembangnya
              investasi.

              "Pemerintah  menghargai  demonstrasi  atau  unjuk  rasa  selama  tidak  melenceng  dari  cara
              menyampaikan aspirasi. Namun bila anarkis, itu tidak dibenarkan karena dapat mengundang
              kerusakan dan kerugian bersama, tentu tidak ditolerir," tegasnya.

              Dia pun mencoba meluruskan beberapa poin yang banyak di soroti sebelumnya. Antara lain,
              tidak benar jika Omnibus Law sampai menghilangkan hak cuti pekerja, menghilangkan UMP,
              maupun memaksakan pondok pesantren harus berbadan hukum.

              "Terkait dengan pengurangan perhitungan uang pesangon dari 35 persen menjadi 25 persen,
              karena realitasnya selama ini hanya 7 persen perusahaan yang mampu memenuhi kewajiban di
              35 persen itu. Sehingga untuk memberi kepastian dan perlindungan harus dibuat yang mampu
              menjadi  kunci  pelaku  usaha  untuk  memenuhi  kewajiban  pesangon  itu,"  ujarnya  Tak  jauh
              berbeda,  Menteri  Dalam  Negeri  RI,  Tito  Karnavian,  menambahkan  bahwa  salah  satu  alasan
              terciptanya UU Cipta Kerja adalah untuk mewadahi Bonus Demografi yang sedang dialami oleh
              Indonesia. Alias banyaknya usia produktif yang memasuki masa kerja seperti freshgraduate.

              Dimana, Bonus Demografi itu akan berganti menjadi Bencana Demografi apabila orang-orang di
              usia produktif tidak mampu mendapatkan pekerjaan.

              Sementara  itu,  Wali  Kota  Malang,  Sutiaji,  menyampaikan  bahwa  dalam  Omnibus  Law  ini,
              memang ada beberapa UU yang dileburkan. Pihaknya juga diberi kesempatan untuk memberikan
              masukan ke Pemerintah Pusat melalui Agenda Pemerintah Kota Se-Indonesia (APEKSI)  "Tinggal
              nanti bagaimana Peraturan Pemerintahnya, segera dipercepat. Kita diberi waktu 2-3 bulan untuk
              menindaklanjuti  hasil  dari  Peraturan  Pelaksanaan  dalam  peraturan-peraturan  Walikota  atau
              peraturan-peraturan yang lainnya," ujarnya Bersama Sutiaji, ikut hadir Kapolresta Malang Kota,
              Kombes  Leonardus  Simarmata;  Komandan  Kodim  0833  Kota  Malang,  Letkol  Arm  Ferdian
              Primadhona; Wakil Walikota Malang, Ir Sofyan Edi Jarwoko; Perwakilan Kejaksaan Negeri Kota
              Malang dan Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkot Malang.

              Tak  hanya  itu,  turut  hadir  dalam  rapat  virtual  tersebut  antara  lain  Menteri  Koordinator
              Perekonomian,  Airlangga  Hartarto;  Menteri  Agraria  dan  Tata  Ruang,  Sofyan  Djalil;  Menteri
              Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar; Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H
              Laoly.


              Kemudian, juga hadir Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah; Menteri Keuangan, Sri Mulyani;
              Perwakilan  POLRI;  Perwakilan  Panglima  TNI;  Perwakilan  Kejagung;  Perwakilan  Kepala  BIN;
              Gubernur  se-Indonesia;  Walikota/Bupati;  dan  Forkopimda  se-Indonesia.(ads)    Bedah  Trailer
              Omnibus Law Bedah Rumah 1602727486425507022  0 0 2020 (c) PT Dynamo Media Network
              Version 1.1.296.





                                                           300
   296   297   298   299   300   301   302   303   304   305   306