Page 220 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN18 DESEMBER 2020
P. 220
Ringkasan
Pengamat ketenagakerjaan Timboel Siregar mengatakan, unjuk rasa buruh yang berakhir
bentrok dengan polisi dan terjadi pembakaran alat-alat berat dan mobil truk di perusahaan dalam
situasi mencekam, seharusnya tidak perlu terjadi. Pemicunya adalah masalah upah dan status
pekerja yg terus menjadi pekerja PKWT. Namun, dia menilai hal ini seharusnya bisa diantisipasi
oleh manajemen dengan terus mengajak pekerja berkomunikasi dan manajemen mematuhi
ketentuan pkwt yg diatur di UU no. 13 tahun 2003 khususnya pasal 59 - 63.
BENTROK BURUH SAMPAI ALAT BERAT DIBAKAR, RUSUH DI KONAWE DAMPAK
PENGAWASAN LEMAH NAKER
Pengamat ketenagakerjaan Timboel Siregar mengatakan, unjuk rasa buruh yang berakhir
bentrok dengan polisi dan terjadi pembakaran alat-alat berat dan mobil truk di perusahaan dalam
situasi mencekam, seharusnya tidak perlu terjadi.
Pemicunya adalah masalah upah dan status pekerja yg terus menjadi pekerja PKWT.
"Saya kira kejadian ini tidak perlu terjadi, apalagi ada pembakaran dan bentrok . Kita perlu sesali
hal ini karena selain terancam PHK, pekerja yang terbukti membakar alat-alat berat dan truk
juga terancam pidana," katanya dalam siaran pers, Kamis 17 Desember 2020.
Namun, dia menilai hal ini seharusnya bisa diantisipasi oleh manajemen dengan terus mengajak
pekerja berkomunikasi dan manajemen mematuhi ketentuan pkwt yg diatur di UU no. 13 tahun
2003 khususnya pasal 59 - 63.
Tentunya unjuk rasa bukanlah peristiwa yg tiba tiba terjadi, namun sudah melalui proses
pembicaraan sebelumnya.
"Saya kira kelemahan peran pengawas dalam masalah inipun juga terjadi. Penegakan hukum
norma-norma kerja seperti ketentuan PKWT seharusnya diseriusi pengawas sehingga tidak
terjadi hal-hal yang akhirnya merugikan semua pihak.
"Kejadian Konawe seharusnya tidak terjadi bila pengawas ketenagakerjaan bekerja dengan
profesional. Kejadian Konawe ini mengingatkan kita semua agar semua pihak bisa menjaga
kondisi hubungan induatrial yg baik di tempat kerja," ujar Timboel.
Dia berharap semoga teman-teman pekerja dan SP SB terus berkomunikasi dan menghindari
hal-hal yang bersifat pengerusakan dan bentrok, unjuk rasalah dengan damai.
"Manajemen harus terus juga berkomunikasi dan patuh pada regulasi yabg ada. Dan bagi
pengawas ketenagakerjaan, bekerjalah dengan baik dan lakukan proses penegakkan hukum
dengan semangat profesionalisme. Kalau pengawas naker tetap seperti ini maka ke depan akan
lebih banyak persoalan HI yg terjadi." Dia menyimpulkan, kasus Konawe merupakan bukti
lemahnya fungsi pengawasan naker. "Ayo pengawas, kerjalah dengan baik, semoga kerja-kerja
profesional pengawas akan menurunkan secara signifikan unjuk rasa, mogok dan perselisihan
hubungan industrial," katanya.***.
219

