Page 581 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2021
P. 581

Recruitment  and  Employment  of  Indo-nesian  Domestic  Migrant  Workers  in  Malaysia  yang
              disampaikan pemerintah Indonesia sejak September 2016 mengalami stagnasi.
              "Usulan pemerintah RI terkait konsep one channel system dan pengklasifikasian jabatan masih
              perlu dibahas lebih teknis oleh kedua negara. Hal inilah yang mengakibatkan pembahasan draf
              pembaharuan MoU Domestik Indonesia-Malaysia memakan waktu cukup lama." ujar Sekretaris
              Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi saat memimpin Delegasi Pembahasan MoU
              secara virtual, Jumat (23/7), yang dikutip dari siaran pers, Sabtu (24/7).

              Setidaknya  ada  tujuh  poin  penting  yang  dibahas  perwakilan  Indonesia  dan  Malaysia  dalam
              pertemuan  menyangkut  kerja  sama  bilateral  Indonesia  dan  Malaysia.  Pertama,  konsep  one
              channel  system  (OCS).  Ide  dasar  dari  one  channel  system  ialah  untuk  mengurangi  biaya
              penempatan dan menyederhanakan prosedur penempatan, sesuai dengan hukum dan regulasi
              yang berlaku di kedua negara.

              Kedua, konsep one maid one task. Dalam konsep ini, Malaysia mengusulkan agar satu orang
              PMI domestik akan bekerja pada satu keluarga dengan jumlah anggota keluarga maksimal enam
              orang Ketiga, standar minimum gaji bagi pekerja migran Indonesia (PMI) sektor domestik di
              Malaysia. "Indonesia mengusulkan agar standar minimum gaji bagi PMI sebesar RM 1,500," ujar
              Anwar Sanusi.

              Keempat, asuransi bagi pekerja PMI sektor domestik di Malaysia. Kelima, perpanjangan izin kerja
              dan kontrak kerja. Malaysia saat ini memiliki program rekalibrasi sehingga pemberi kerja bisa
              mendaftarkan pekerja migrannya yang berstatus ilegal untuk memperoleh izin kerja. Keenam,
              pemeriksaan  kesehatan  PMI.  Indonesia  mengusulkan  agar  pemeriksaan  kesehatan  dilakukan
              hanya satu kali, yaitu sebelum keberangkatan ke Malaysia.

              Ketujuh,  akses  kekonsuleran.  Malaysia  menjamin  bahwa  perwakilan  RI  memiliki  akses
              kekonsuleran  kepada  PMI  di  Malaysia  dan  Indonesia  meminta  agar  klausul  terkait  akses
              kekonsuleran tetap masuk ke dalam draf MoU. (Mir/I-1)







































                                                           580
   576   577   578   579   580   581   582   583   584   585   586