Page 232 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 JULI 2020
P. 232

Judul              KSPI: Darurat PHK Lebih Mendesak daripada RUU Cipta Kerja
                 Nama Media         kompas.com

                 Newstrend          Omnibus Law
                 Halaman/URL        https://nasional.kompas.com/read/2020/07/29/11304281/kspi-
                                    darurat-phk-lebih-mendesak-daripada-ruu-cipta-kerja
                 Jurnalis           Sania Mashabi
                 Tanggal            2020-07-29 11:30:42
                 Ukuran             0

                 Warna              Warna
                 AD Value           Rp 17.500.000
                 News Value         Rp 52.500.000
                 Kategori           Dirjen PHI & Jamsos
                 Layanan            Korporasi
                 Sentimen           Negatif

              Ringkasan

              Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  dijadwalkan  akan  menggelar  aksi  unjuk  rasa
              penolakan terhadap pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja di sekitaran Kompleks Parlemen,
              Senayan, Rabu (29/7) siang ini. Presiden  KSPI  Said Iqbal menyesalkan, sikap  DPR RI  melalui
              Panja (Panitia Kerja) yang terus membahas RUU Cipta Kerja meskipun DPR sedang reses.


              KSPI: DARURAT PHK LEBIH MENDESAK DARIPADA RUU CIPTA KERJA

              JAKARTA,  - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (  KSPI  ) Said Iqbal menyesalkan
              sikap DPR yang masih terus melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta
              Kerja.

              Menurut dia, seharusnya DPR fokus pada masalah lain yang lebih penting untuk nasib para
              pekerja, yakni terkait masalah pemutusan hubungan kerja (  PHK  ).

              "Saat  ini  yang  lebih  mendesak  dari    omnibus  law    adalah  darurat  PHK,"  kata  Said  melalui
              keterangan tertulisnya, Rabu (29/7/2020).

              Said mengatakan, khusus anggota KSPI di sektor tekstil dan garmen, pada masa pandemi Covid-
              19 ini sudah 96.000 orang yang dirumahkan. Bahkan, sebagian besar tidak mendapatkan upah
              penuh.

              Sementara itu, yang di PHK sudah mencapai 100.000 orang yang tersebar di 57 perusahaan.

              Ada juga yang masih dalam proses PHK dan saat ini sedang dalam perudingan dengan serikat
              pekerja terjadi di 15 perusahaan.
              Menurut  Said,  sikap  DPR  yang  memprioritaskan  pembahasan    RUU  Cipta  Kerja    juga
              menimbulkan kecurigaan.

              Ia menilai, DPR seperti sedang terburu-buru untuk memenuhi pesanan dari pihak tertentu.

              "Selain terdapat banyak persoalan yang kemudian ditolak oleh berbagai elemen masyarakat
              karena mendegradasi tingkat kesejahteraan, omnibus law didesain sebelum pandemi," ujar dia.

                                                           231
   227   228   229   230   231   232   233   234   235   236   237