Page 320 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 320
Penggagalan ini bermula saat Tim Satgas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Satgas PPMI)
melakukan Inspeksi Mendadak pada Kamis, 17 Juni di daerah I lalim Perdanakusuma, Makassar,
Jakarta Timur.
Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Suhartono menjelaskan, 11 CPMI yang akan dikirimkan ke
Timur Tengah ini dijanjikan pekerjaan dengan upah yang tinggi dan kemudahan dalam
mengurusi prosesnya.
Atas kejadian tersebut, Suhartono mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan waspada jika
ada pihak-pihak yang merayu untuk bekerja ke luar negeri dengan mudah, apalagi untuk bekerja
ke luar negeri sebagai PLRT di negara Timur Tengah.
"Pastikan bahwa informasi penempatan PMI ke luar negeri didapatkan atau diklarifikasi
sebelumnya melalui Dinas Ketenagakerjaan atau Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Provinsi
atau Kabupaten/Kota setempat. Para pencari kerja juga dapat mengakses karir hub melalui
aplikasi Sisnaker yang tersedia pada smartphone android untuk mencari segala informasi
ketenagakerjaan," kata Suhartono, Jumat, 18 Juni.
Sementara itu, Koordinator PPMI Direktorat Bina Penempatan dan Pelindungan Migran
Indonesia, Ridho Amrullah mengemukakan, Sidak dilakukan setelah pihaknya mendapat
informasi dari masyarakat bahwa terdapat CPMI yang akan di berangkatkan ke Timur Tengah.
"Kami mendapat informasi bahwa para CPMI akan dikirim ke negara Irak dan Uni Emirat Arab
yang ditampung pada dua kamar kos berlantai dua," Ridho.
Ridho mengatakan, 11 CPMI yang akan dikirim ini tidak dilengkapi dokumen sebagaimana yang
dipersyaratkan, sehingga membuat pelindungan terhadap mereka menjadi rentan.
Diketahui, 11 CPMI tersebut berasal dari berbagai daerah, yaitu, Bangka Belitung, Madiun,
Pandeglang, Musi Banyuasin Sumsel, Karawang, Sukabumi, Papua, Lampung Utara, Bandung,
Purbalingga, dan Cilegon.
"Pelanggaran juga diduga terjadi terhadap Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang
Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, di mana pemerintah melarang pengiriman PMI ke
kawasan Timur T engah untuk sektor domestik dan rumah tangga," kata Ridho. (khf-fin/Iin)
319

