Page 184 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 184
MENKO AIRLANGGA WARNING PENGUSAHA WAJIB BAYAR THR KARYAWAN, YANG
BANDEL SILAHKAN DILAPORKAN
POJOKSATU.id, JAKARTA - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pengusaha
wajib bayar THR kepada karyawan dan buruh pada Lebaran 2021 ini.
Sebab THR merupakan salah satu upaya pemerintah dalam pemulihan ekonomi di Indonesia
sekaligus instrumen pendorong konsumsi menjelang Idul Fitri.
Airlangga mengatakan, THR akan memperkuat daya beli masyarakat dan menstimulasi aktivitas
konsumsi dan belanja masyarakat.
Bahkan Pemerintah memperkirakan adanya potensi riil peningkatan konsumsi sebesar Rp151,2
triliun dari pemberian THR dan gaji ke-13 pada Ramadhan 1442 H dan Lebaran 2021.
"THR ini untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan menggerakan kinerja perekonomian
secara keseluruhan, terutama pada triwulan II- 2021," ujar Airlangga, Rabu (21/4/2021).
Potensi peningkatan konsumsi itu diperkirakan akan muncul dari karyawan yang menjadi
anggota BPJS Ketenagakerjaan yang diperkirakan mencapai 20 juta orang.
Jika per orang kurang lebih mendapatkan THR sebesar Rp5 juta, maka potensi konsumsinya
sebesar Rp100 triliun.
Sementara untuk pekerja formal non anggota BPJS Ketenagakerjaan, diperkirakan sebanyak 36
juta orang.
Apabila per orang mendapatkan THR kurang lebih sebesar Rp2 juta maka potensi konsumsinya
sebesar Rp72 triliun rupiah.
Sedangkan untuk ASN (aparat sipil negara), TNI dan Polri di Indonesia diperkirakan terdapat 4,3
juta orang yang menerima THR.
Dimana per orang kurang lebih mendapatkan Rp5 juta.
Selain itu ada gaji ke-13 yang diterima ASN, TNI dan Polri yang diperkirakan sebesar Rp5 juta.
"Potensi konsumsi dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp43 triliun rupiah," bebernya.
Namun pemerintah hanya memperkirakan sekitar 70 persen potensi THR tersebut yang akan
dipergunakan untuk konsumsi yakni sebesar Rp151,2 triliun.
Meski hanya sebesar dua persen dari total konsumsi rumah tangga nasional, tapi tetap cukup
tinggi dan diyakini akan menggerakkan perekonomian sepanjang bulan Ramadan dan Lebaran.
Pada tahun 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan telah terjadi penurunan konsumsi
rumah tangga sebesar 2,63 persen.
"Lewat adanya kepastian THR, diharapkan tahun 2021 ini tidak terjadi lagi dan diharapkan terus
meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.
183

