Page 188 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 188
negative - Dinar Titus Jogaswitani (Ditjen PHI JSK Kementerian Ketenagakerjaan) Sedangkan
Perusahaan yang tidak membayar THR maka ada sanksi yang akan diberlakukan, pembatasan
kegiatan usaha, penghentian sementara bagi sebagian atau seluruh alat produksi, hingga
pembekuan kegiatan usaha
positive - Arif Mujahidin (Direktur Komunikasi Korporat, Danone Indonesia) Ketika karyawan
bahagia, maka produktivitas pun ikut meningkan
Ringkasan
Tunjangan Hari Raya (THR) adalah kewajiban perusahaan atau pengusaha untuk dibayarkan
kepada pekerja. THR pada masa pademi Covid-19 merupakan salah satu daya pemulihan
ekonomi nasional, namun bagi penerima THR perlu mengelola dengan bijak.
PANDEMI BELUM USAI, BAGAIMANA MENGELOLA THR?
- Tunjangan Hari Raya (THR) adalah kewajiban perusahaan atau pengusaha untuk dibayarkan
kepada pekerja. THR pada masa pademi Covid-19 merupakan salah satu daya pemulihan
ekonomi nasional, namun bagi penerima THR perlu mengelola dengan bijak.
Perencana keuangan Mike Rini Sutikno mengatakan THR bukan untuk dihabiskan pada saat hari
raya. THR dapat dipergunakan untuk biaya pengeluaran setelah hari raya usai. Agar THR tidak
cepat habis, maka perlu bijak mengelola THR yang didapatkan pada hari raya. "Pola pikir kita
mengenai THR perlu diubah, THR bukan rezeki yang datang untuk dihabiskan semua pada saat
hari raya," ucapnya pada acara Webinar dengan tema "Cerdas Kelola Tunjangan Hari Raya" yang
diselengarakan oleh Kominfo dan Komite Penanganan Covid-19 Dan Pemulihan Ekonomi
Nasional (KPCPEN).
Dia menjabarkan THR perlu dikelola dengan bijak dengan THR dibagi kebeberapa pos
pengeluaran. Pos pengeluaran THR yang pertama adalah untuk prioritas, prioritas ini bukan
kebutuhan sehari-hari seperti pengluaran listrik. Prioritas yang dimaksud Mike adalah, untuk
menabung dana darurat, pelunasan hutang, serta investasi untuk masa depan. "Dana darurat
sangat penting karena masa epidemi ini situasi yang tidak pasti. Proporsi untuk pos prioritas ini
adalah 10-30% dari THR yang didapat," ucapnya pada Rabu, (21/4).
Mike menjabarkan lebih lanjut, pos pengeluaran THR selanjutnya adalah zakat, infak, dan
sedekah dengan proporsi 10% dari THR. Pengeluaran untuk sajian khas hari raya sebesar 5 -
15% dari THR. Pengeluaran untuk busana dan perlengkapan ibadah dialokasikan sebesar 5 -
15% dari THR yang di dapat. "Saat hari raya, tidak perlu semua yang kita pakai mesti baru,
upayakan belanja berdasarkan kebutuhan bukan atas dasar keinginan," terangnya seperti
dilaporkan Reporter Elshinta, Bayu Koosyadi, Rabu (21/4).
Dia menambahkan dana THR dapat digunakan untuk keperluan lainnya seperti liburan, halal
bihalal, renovasi rumah. "Keperluan seperti ini dialokasikan hanya sekitar 10%-15%," tutupnya.
187

