Page 186 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 186

Airlangga mengatakan, THR akan memperkuat daya beli masyarakat dan menstimulasi aktivitas
              konsumsi dan belanja masyarakat.

              Bahkan Pemerintah memperkirakan adanya potensi riil peningkatan konsumsi sebesar Rp151,2
              triliun dari pemberian THR dan gaji ke-13 pada Ramadhan 1442 H dan Lebaran 2021.

              "THR  ini  untuk  meningkatkan  daya  beli  masyarakat  dan  menggerakan kinerja  perekonomian
              secara keseluruhan, terutama pada triwulan II- 2021," ujar Airlangga, Rabu (21/4/2021).

              Potensi  peningkatan  konsumsi  itu  diperkirakan  akan  muncul  dari  karyawan  yang  menjadi
              anggota BPJS Ketenagakerjaan yang diperkirakan mencapai 20 juta orang.

              Jika per orang kurang lebih mendapatkan THR sebesar Rp5 juta, maka potensi konsumsinya
              sebesar Rp100 triliun.

              Sementara untuk pekerja formal non anggota BPJS Ketenagakerjaan, diperkirakan sebanyak 36
              juta orang.

              Apabila per orang mendapatkan THR kurang lebih sebesar Rp2 juta maka potensi konsumsinya
              sebesar Rp72 triliun rupiah.

              Sedangkan untuk ASN (aparat sipil negara), TNI dan Polri di Indonesia diperkirakan terdapat 4,3
              juta orang yang menerima THR.

              Dimana per orang kurang lebih mendapatkan Rp5 juta.


              Selain itu ada gaji ke-13 yang diterima ASN, TNI dan Polri yang diperkirakan sebesar Rp5 juta.

              "Potensi konsumsi dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp43 triliun rupiah," bebernya.

              Namun pemerintah hanya memperkirakan sekitar 70 persen potensi THR tersebut yang akan
              dipergunakan untuk konsumsi yakni sebesar Rp151,2 triliun.

              Meski hanya sebesar dua persen dari total konsumsi rumah tangga nasional, tapi tetap cukup
              tinggi dan diyakini akan menggerakkan perekonomian sepanjang bulan Ramadan dan Lebaran.

              Pada tahun 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan telah terjadi penurunan konsumsi
              rumah tangga sebesar 2,63 persen.

              "Lewat adanya kepastian THR, diharapkan tahun 2021 ini tidak terjadi lagi dan diharapkan terus
              meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.

              Sebagai  implementasi  UU  Cipta  Kerja  yang  diberlakukan  pemerintah,  maka  pekerja  kontrak
              waktu tertentu (PKWT) dan pekerja kontrak waktu tidak tertentu (PKWTT) juga harus menerima
              uang THR mereka.

              Besaran uang yang diterima oleh para PKWT dan PKWTT itu seperti diatur dalam UU Cipta Kerja
              adalah masa kerja 12 bulan penuh akan menerima THR sebesar satu bulan upah.






                                                           185
   181   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191