Page 6 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 6

Judul               Belum Semua Terapkan UMK
                Nama Media          Radar Bali
                Newstrend           Upah Minimum Kabupaten
                Halaman/URL         Pg4
                Jurnalis            DJO
                Tanggal             2021-04-22 07:34:00
                Ukuran              149x278mmk
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 36.058.000

                News Value          Rp 108.174.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif


              Narasumber

              neutral - Sukirman (Ketua SPSI) Hitungan kami, baru sekitar 40 persen menerapkan UMK (UMK
              2021 di Jembrana, Red)

              negative  -  Sukirman  (Ketua  SPSI)  Monitoring,  pembinaan  terhadap  perusahaan  semestinya
              dilakukan oleh pemerintah, sepertinya tidak dilakukan. Sehingga, buruh menjadi korban

              neutral  -  Sukirman  (Ketua  SPSI)  Selama  ini,  kami  menilai  peran  pemerintah  masih  kurang
              berpihak pada pekerja. Dinas yang membidangi ketenagakerjaan jalan di tempat
              negative - Sukirman (Ketua SPSI) Hasil mediasi bersifat normatif, jika pemerintah setelah itu,
              diam saja, maka tidak akan dijalankan



              Ringkasan

              Serikat  Pekerja  Seluruh  Indonesia  (SPSI)  Jembrana,  menyoroti  kinerja  dari  Pemerintah
              Kabupaten  (Pemkab)  Jembrana,  karena  dinilai  tidak  responsif  mengenai  ketenagakerjaan.
              Bahkan, permasalahan ketenagakerjaan selama bertahun-tahun, tidak ada solusi. Misalnya, upah
              minimum kabupaten (UMK) yang belum seluruhnya diterapkan perusahaan, atau pemberi kerja
              di Jembrana.


              BELUM SEMUA TERAPKAN UMK

              Bahkan, SPSI Dapati THR 2020 pun Belum Dibayar. Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI)
              Jembrana,  menyoroti  kinerja  dari  Pemerintah  Kabupaten  (Pemkab)  Jembrana,  karena  dinilai
              tidak  responsif  mengenai  ketenagakerjaan.  Bahkan,  permasalahan  ketenagakerjaan  selama
              bertahun-tahun,  tidak  ada  solusi.  Misalnya,  upah  minimum  kabupaten  (UMK)  yang  belum
              seluruhnya diterapkan perusahaan, atau pemberi kerja di Jembrana.

              Menurut Ketua SPSI Sukirman, sejumlah permasalahan ketenagakerjaan di Jembrana selama ini,
              buruh  selalu  menjadi  korban.  Contoh  paling  nyata,  UMK  sebesar  Rp  2.557.102,17  yang
              semestinya diberlakukan sejak awal 2021 lalu. Namun, hingga memasuki April ini, belum semua


                                                            5
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11