Page 214 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JULI 2021
P. 214

SAAT BURUH KENA COVID-19 TAPI TETAP KERJA: DEMI UPAH & TAK DIPECAT

              Meski sedang positif COVID-19, banyak buruh masih bekerja demi mendapatkan upah dan takut
              dipecat perusahaannya.

              Sekretaris Jenderal Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Emelia Yanti Siahaan mengatakan
              banyak buruh yang merasakan gejala COVID-19 bahkan ada yang dinyatakan positif COVID-19,
              tetapi masih harus bekerja. Pilihan untuk bekerja terpaksa dilakukan karena mereka tak punya
              pilihan lain demi mendapatkan upah.

              "Banyak buruh yang mengalami gejala-gejala COVID-19 dan varian barunya, lebih memilih tetap
              masuk  kerja,  karena  jika  tidak  masuk  bekerja  tidak  mendapatkan  upah,"  kata  Emelia  saat
              konferensi pers daring, Senin (19/7/2021).


              Para  buruh  kata  Emelia  tak  memiliki  banyak pilihan,  meski  dinyatakan positif  COVID-19  dan
              harus menjalani isolasi mandiri sekalipun mereka sebisa mungkin untuk tetap bekerja. Sebab
              kata  dia  banyak  pabrik  yang  enggan  membayar  upah  buruh  yang  sedang  menjalani  isolasi
              mandiri selama 14 hari.

              Di sisi lain, jumlah buruh yang terpapar COVID-19 menurutnya juga tak sedikit. Ia mencontohkan
              di salah satu perusahaan di Tangerang, Banten yang mempekerjakan sekira 8.000 buruh. Selama
              2021 ini berdasarkan hasil penelusuran GSBI ada sekitar 1.000 buruh di perusahaan tersebut
              yang tidak masuk kerja selama 14 hari akibat diduga suspek atau positif COVID-19.

              Dalam kesempatan yang sama Wakil Ketua Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI)
              Jumisih mengatakan selain soal upah, para buruh yang terpapar COVID-19 terpaksa masih harus
              bekerja lantaran khawatir dipecat.


              "Yang terpapar COVID-19 ada yang tetap masuk bekerja karena takut di PHK, takut kehilangan
              pekerjaan yang akan berakibat kehilangan nafkah bagi keluarga. Hal ini terjadi karena beban
              kerja produksi cukup tinggi sementara mereka adalah buruh kontrak," ujarnya.

              Masalah lain yang juga dialami oleh sejumlah buruh adalah tidak adanya fasilitas tes COVID-19
              dari  perusahaan.  Sebagian  dari  mereka  meskipun  mengalami  gejala  COVID-19  harus
              mengeluarkan uang sendiri untuk tes COVID-19.

              "Obat-obatan dan vitamin dan gizi selama isolasi mandiri ditanggung sendiri oleh buruh. Serikat
              Buruhlah yang membantu meringankan beban meskipun itu belum cukup memadai," katanya.
              Gabungan  Serikat  Pekerja  Sektor  Tekstil,  Garmen,  Sepatu,  dan  Kulit  menuntut  pemerintah
              konsisten  dengan  aturan  dan  sanksi  yang  ditetapkan  pada  masa  PPKM  Darurat.  Mereka
              menuntut pemerintah memaksa perusahaan memenuhi protokol kesehatan para pekerja, dan
              memberikan sanksi kepada perusahaan yang melanggar. Mereka pun menuntut APINDO dan
              KADIN memastikan seluruh pekerja mendapatkan vaksin Covid-19 gratis.

              Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
              meminta implementasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-
              Bali di sektor industri diperketat.

              "Perlu diwaspadai, di Karawang sudah muncul klaster Covid-19 dari kawasan industri. Saya minta
              pengetatan dan tidak memberikan celah untuk pelanggaran yang tidak sesuai aturan berlaku,"
              kata Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (17/7/2021).
              Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali itu menuturkan berdasarkan penemuan di lapangan, terjadi
              pelanggaran adanya pabrik di sektor esensial yang mengaktifkan shift malam sehingga jumlah



                                                           213
   209   210   211   212   213   214   215   216   217   218   219