Page 274 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JULI 2021
P. 274

KHAWATIR PHK MASSAL, ELEMEN BURUH SUMUT BERHARAP PPKM DARURAT TAK
              DIPERPANJANG
              Medan Elemen buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Provinsi
              Sumatera  Utara  (  FSPMI  Sumut  )  berharap  kepada  pemerintah  untuk  tidak  memperpanjang
              Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) Darurat.

              Di Sumut, PPKM Darurat diterapkan di Kota Medan. PPKM Darurat di Ibu Kota Provinsi Sumut ini
              berlangsung  hingga  20  Juli  2021.  Kabarnya,  Wali  Kota  Medan,  Boby  Nasution,  berencana
              memperpanjang PPKM Darurat hingga 2 Agustus 2021.

              Ketua  FSPMI  Sumut,  Willy  Agus  Utomo  mengatakan,  rencana  Wali  Kota  Medan  untuk
              memperpanjang PPKM Darurat akan berdampak sangat buruk bagi kehidupan sosial masyarakat
              umum, khususnya kaum buruh yang sudah mengalami imbas, seperti Pemutusan Hubungan
              Kerja ( PHK ) dan dirumahakan selama pandemi Covid-19.

              "Kalau ada pembatasan begini, pengusaha akan menutup usahanya, yang jadi korban adalah
              buruh. Mereka pasti dirumahkan, bahkan di- PHK," kata Willy, Senin (19/7/2021).

              Diungkapkan  Willy,  pihaknya  sangat  mendukung  pemerintah  dalam  mencegah  penyebaran
              Covid-19.  Namun,  meminta  pemerintah  untuk  memikirkan  dampak  bagi  masyarakat  akibat
              adanya  penyekatan  di  pusat  Kota  Medan,  yang  menjadi  pusat  arus  bisnis  dan  transportasi
              masyarakat Sumut dalam mengais rezeki.

              "Kita dukung segala program pencegahan penyebaran Covid-19. Tapi berikan juga solusi bagi
              masyarakat yang terdampak akibat penyekatan ini. Contoh, perusahaan yang tutup, buruhnya
              harus ditangungjawabi upahnya selama tidak bekerja," ucapnya.


              Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.
              Disampaikan Willy, hingga saat ini PHK akibat Covid-19 yang dilakukan perusahaan dari data
              Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) sudah di angka 20.000-an. Belum lagi buruh yang dirumahkan
              tanpa dibayar upahnya.

              "Nah, di masa PPKM ini sudah banyak perushaan di Medan melakukan perumahaan buruh. Jika
              diperpanjang, PHK akan terjadi. Karena apa? Karena hasil produksi perusahaan akan terhenti
              dan tidak bisa didistribusikan ke konsumen akibat penyekatan PPKM," sebutnya.

              Willy  meminta  Pemerintah  Kota  (Pemko)  Medan  dan  Gubernur  Sumut  untuk  berpikir  ulang
              memperpanjang  PPKM  Darurat  di  Medan,  yang  dikhawatirkan  dapat  mematikan  ekonomi
              masyarakat.

              "Cukup petugas memperketat dan terus mengimbau agar masyarakat patuh protokol kesahatan.
              Beri sanksi kepada pelanggar. Itu harapan kami," tandasnya.


















                                                           273
   269   270   271   272   273   274   275   276   277   278   279