Page 272 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JULI 2021
P. 272
TANPA BANTUAN, BURUH DESAK PEMERINTAH SETOP PPKM DARURAT
Jakarta - Serikat buruh yang tergabung dalam Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia
meminta pemerintah tidak memperpanjang PPKM Darurat hingga akhir Juli 2021. Kecuali,
pemerintah sanggup memberi bantuan pangan kepada rakyat menengah bawah yang
terdampak.
"Jangan memperpanjang PPKM darurat, kecuali jika pemerintah siap untuk memberikan bantuan
pangan yang mencukupi kepada rakyat menengah bawah yang terdampak," imbuh Presiden
Aspek Indonesia Mirah Sumirat dalam keterangan resmi, Senin (19/7).
Ia mengungkapkan PPKM Darurat yang telah berlangsung sejak 3 Juli lalu, telah memicu tsunami
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena banyak perusahaan mengalami kesulitan bisnis. Buruh
yang tak kena PHK pun terpaksa dirumahkan tanpa upah sesuai.
Menurutnya, kondisi ini juga terjadi pada masyarakat golongan ekonomi menengah. Pada
akhirnya, masyarakat terancam jatuh miskin dan kelaparan karena tidak lagi memiliki
penghasilan.
"Jika kelas menengah saja sudah mulai kesulitan, bagaimana masyarakat yang di kelas bawah?
Pemerintah harus benar-benar mempersiapkan dan menyalurkan bantuan pangan jika ingin
memperpanjang PPKM darurat," tegasnya.
Secara umum, ia menyatakan PPKM Darurat tidak efektif karena petugas dinilai hanya tegas
kepada rakyat dan pedagang kecil. Sementara, tenaga kerja asing, (TKA) khususnya asal China
mudah masuk ke Indonesia.
"Di satu sisi, rakyat sendiri dipersulit aktivitas dan mobilitasnya, bahkan diberikan sanksi denda
atau penjara. Namun, TKA asal China selalu mendapatkan perlakuan khusus untuk mudah masuk
Indonesia. Bahkan, kedatangannya selalu dibela oleh pejabat pemerintah," katanya.
Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah serius dalam melindungi hak kesehatan dan hak hidup
layak seluruh rakyat Indonesia melalui lima hal.
Pertama, pemberian bantuan pangan untuk seluruh rakyat terdampak pandemi.
Kedua, bantuan subsidi upah bagi seluruh pekerja terdampak, baik korban PHK, pekerja
dirumahkan, dan pekerja yang tidak dibayar upahnya.
Lihat Juga : Bansos Tunai DKI Cair Hari Ini Ketiga, pemberian bantuan sosial (bansos) dan modal
untuk pedagang usaha kecil dan menengah terdampak.
Keempat, bantuan biaya pendidikan untuk anak-anak yang orang tuanya terdampak.
Terakhir, bantuan subsidi biaya pemeriksaan kesehatan kepada pekerja khususnya untuk swab
antigen dan PCR karena banyak perusahaan yang meminta pekerjanya untuk melakukan tes
tersebut secara mandiri.
"Pandemi covid-19 dan segala dampaknya sangat berat. Namun, pemerintah tetap berkewajiban
untuk dapat melindungi seluruh rakyatnya agar tak jatuh pada jurang kemiskinan dan mengalami
kelaparan," tandasnya.
271

