Page 269 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JULI 2021
P. 269
Judul Kacau! Banyak Buruh Terpaksa Kerja Meski Positif COVID-19
Nama Media detik.com
Newstrend Kasus Positif COVID-19
Halaman/URL https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/5648654/kacau-
banyak-buruh-terpaksa-kerja-meski-positif-covid-19
Jurnalis Herdi Alif Al Hikam
Tanggal 2021-07-19 12:24:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Dian Septi Trisnanti (Ketua Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia) Pekerja
kontrak dan borongan akan terpaksa tetap bekerja, meski sakit, karena takut kehilangan upah.
Klaster pabrik sangat agresif, buruh TGSL (tekstil, garmen, sepatu, dan kulit), dalam dua minggu
saja di Cakung, Tangerang, Subang, dan Solo ribuan anggota kita terpapar
negative - Dion Wijaya (Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Federasi Serikat Pekerja Tekstil,
Sandang, dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Dengan status itu maka semakin tertekan
para pekerja garmen khususnya pekerja perempuan. Dengan status begitu meski mereka
terpapar mereka terpaksa kerja karena dengan status itu mereka khawatir nggak dapat upah
negative - Dion Wijaya (Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Federasi Serikat Pekerja Tekstil,
Sandang, dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Mereka mungkin bisa bekerja kalau cuma
gejala saja belum dicek, tapi yang terpapar itu kalau ada yang tes massal disuruh pulang dan
isoman. Tapi tanpa ada fasilitas di perusahaan, ini muncul problem
negative - Helmy (None) Mereka memilih masuk lah mengambil risiko masuk meski sakit, mereka
pikir gejala nggak seberapa kecuali sudah parah banget baru mereka nggak akan masuk. Sudah
banyak contoh di perusahaan, kalau isoman sama seperti dirumahkan tanpa upah
Ringkasan
Serikat buruh menyampaikan masih banyak anggotanya yang terkonfirmasi positif COVID-19
dan terpaksa tetap bekerja. Hal ini terus terjadi apalagi di tengah lonjakan kasus COVID-19.
Ketua Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI) Dian Septi Trisnanti mengatakan saat
ini banyak perusahaan yang mengubah status buruhnya menjadi pekerja kontrak atau borongan.
Dengan perubahan status itu membuat pemberian upah buruh sesuai dengan absensi harian
kerjanya.
268

