Page 266 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JULI 2021
P. 266

"Kehadiran  pekerja/buruh  dalam  deklarasi  kemarin,  sebagai  bukti  pekerja/buruh  siap
              berkolaborasi dengan pengusaha dan pemerintah dalam rangka menyukseskan PPKM Darurat
              dan vaksinasi," kata dia.

              Ahmad meyakini partisipasi buruh/pekerja dalam situasi PPKM Darurat sebagai solusi pandemi
              COVID-19  yang  telah  menyerang  Indonesia  sejak  awal  tahun  lalu  hingga  kini,  harus  diatasi
              secara serentak, dan tidak bisa dilawan secara parsial.

              Menurut dia, semua upaya tersebut tidak bisa dijalankan secara parsial, namun harus dilakukan
              secara serentak bersama-sama dengan melibatkan pengusaha dan pekerja sebagai tanggung
              jawab dan persoalan bersama.
              "Kami hadir dilandasi semangat saling peduli, optimis, dan bersama-sama bangkit dari dampak
              pandemi COVID-19. Terakhir, kami memohon kepada BUMN dan seluruh pengusaha untuk tidak
              memotong hak hak pekerja selama PPKM ini," kata Ahmad.

              Sementara Ketua Umum KSPSI, Yorrys Raweyai menyatakan Deklarasi Gotong Royong PPKM
              Darurat  yang  ditandatangani  oleh  Kementerian  Ketenagakerjaan,  Pengusaha  (Kadin  dan
              Apindo), serta Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia/KSPSI) adalah bentuk kesamaan
              visi  dan  misi tiga pilar dalam  hubungan  industrial.  Deklarasi  ini  sekaligus  menjadi  bangunan
              semangat  antara  ketiganya  dalam  merespons  berbagai  tantangan  ketenagakerjaan  di  masa-
              masa pandemi COVID-19.

              Menurut Yorrys, eskalasi pandemi yang semakin meningkat tajam dengan berbagai dampak yang
              dimunculkan, berkorelasi langsung dengan tatanan kehidupan masyarakat. Tidak hanya pada
              tenaga kerja, tapi juga pada sektor usaha serta pemerintah sebagai regulator.

              "Semua akibat tersebut sejatinya menjadi tanggung jawab bersama dan membutuhkan repons
              yang arif dan bijaksana dari para stakeholder," kata Yorrys.

              Yorrys  menambahkan,  di  sama  pandemi,  khususnya  selama  PPKM  Darurat,  semua  pihak
              terdampak.  Para  pekerja  membutuhkan  perlindungan  dan  jaminan  keberlanjutan  atas  masa
              depan perekonomian mereka, begitu pula pengusaha yang memperoleh beban yang signifikan.

              "Namun, hak-hak mendasar para pekerja tidak boleh diabaikan. Negara harus melindungi sektor-
              sektor  usaha  dengan  berbagai  kebijakan  yang  berpihak  pada  pekerja,"  kata  Yorrys
              menambahkan.

              Menurutnya, salah satu langkah yang dibutuhkan di masa sulit ini adalah stimulus terbaik bagi
              sektor usaha. Sehingga nanti turunannya tetap memberikan manfaat bagi pekerja.

              "Paling tidak, yang terpenting saat ini adalah membangun persepsi yang sama bahwa pandemi
              COVID-19  adalah  tantangan  dan  ujian  yang  harus  dihadapi  secara  bersama-sama.  Sehingga
              tidak  memunculkan  ego  sektoral  yang  hanya  mementingkan  diri,  kelompok  atau  golongan
              sendiri," kata dia.













                                                           265
   261   262   263   264   265   266   267   268   269   270   271