Page 31 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JULI 2021
P. 31

On the Right Track

              Kepala Ekonom BCA, David Sumual menjelaskan, aktivitas perekonomian sebelum PPKM Darurat
              diterapkan  pada  3-20  Juli  2021  menunjukkan  tren  membaik.  Hal  itu  ditunjukkan  oleh
              pertumbuhan  kredit.  Pada  April  2021,  kredit  terkontraksi  2,6%  secara  bulanan  (month  to
              month/mtm) dan terkontraksi 2,8% secara tahunan (year o n year/yoy). Pada Mei 2021, kredit
              tumbuh positif 0,9% (mtm) dan terkontraksi 1,28% (yoy).

              "Namun  pada  akhir  Juni  lalu  jumlah  kasus  positif  Covid-19  meningkat,  sehingga  pemerintah
              terpaksa menerapkan 'rem darurat'," kata dia.

              Menurut  David,  pola  yang  diterapkan  saat  ini  secara  umum  sama  dengan  tahun  lalu.  Saat
              mobilitas  masyarakat  dibatasi  atau  diperketat,  jumlah  kasus  Covid-19  menurun.  Sebagai
              konsekuensinya, kegiatan ekonomi juga tertahan.

              Paling penting, kata dia, tingkat oku-pansi tempat tidur di rumah sakit (bed occupancy rate/BOR)
              jangan sampai mendekati 100% seperti beberapa hari lalu. Kedua, perlu akselerasi vaksinasi.
              Sebab, Covid-19 hanya memberikan dua pilihan, yakni terpapar dengan berbagai risikonya atau
              melakukan vaksinasi.

              "Penanganan Covid-19 dan ekonomi sudah on the right track, tapi memang ada konsekuensi
              pada kegiatan perekonomian. Jadi, untuk proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2021
              akan di bawah perkiraan," ujar dia.

              David Sumual optimistis mulai kuartal IV-2G21 laju perekonomian nasional akan lebih baik lagi
              sejalan dengan mulai terciptanya kekebalan komunal (herd immunity) dan menurunnya kasus
              positif Covid-19. "Kondisi ini umumnya juga dialami negara-negara lain yang vaccination rate-
              nya seperti Indonesia," tutur dia.

              David  mengungkapkan,  pada  2-3  hari  lalu,  jumlah  kasus  Covid-19  di  negara-negara  Asean,
              bahkan AS, naik lagi. "Jadi, memang sulit karena air-borne virus jadinya ya begini. Senjata kita
              tentu vaksinasi dan menerapkan prokes ketat," tegas dia.

              David  menambahkan,  dibandingkan  tahun  silam,  perekonomian  Indonesia  saat  ini  memiliki
              fondasi  yang  lebih  baik.  Sebab,  harga  komoditas  sudah  lebih  baik  dibandingkan  tahun  lalu.
              Peningkatan  ekspor  komoditas  setidaknya  mampu  meningkatkan  cadangan  devisa  dan
              memperkuat nilai tukar rupiah.

              Dia mengakui, mobilitas masyarakat menurun akibat PPKM Darurat, baik di perkantoran, ritel,
              rekreasi, maupun transportasi umum. Namun, aktivitas transaksi ekonomi secara keseluruhan
              tidak  turun  sedrastis  tahun  lalu.  "Kelihatannya  masyarakat  sudah  bisa beradaptasi,  misalnya
              berbelanja secara online," ucap dia.

              Aktivitas di bidang esensial pun, kata dia, masih berjalan, termasuk kegiatan konstruksi atau
              kegiatan yang tidak menimbulkan kerumunan. 'Tidak seperti tahun lalu yang disetop semua,"
              tandas dia.

              Berdasarkan faktor-faktor itulah, David Sumual yakin penurunan ekonomi kuartal 111-2021 tidak
              akan  sedalam  kuartal  II.  'Tapi  ini  kembali  pada  komitmen  pemerintah  yang  harus  konsisten
              dalam  penanganan  Covid-19  dan  mempercepat  vaksinasi  supaya  PPKM  Darurat  tidak  terus
              diperpanjang. Kita harapkan kasusnya juga menurun," papar dia.

              Dia  mencontohkan,  penanganan  Covid-19  di  India  membutuhkan  waktu  hampir  dua  bulan.
              "Indonesia, kalau bisa, harus lebih cepat dari itu, sambil mendorong agar BOR menurun melalui
              penyediaan alat kesehatan, seperti oksigen dan obat, yang memadai," ujar dia.


                                                           30
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36